Jadikan Masjid Pusat Pembinaan Umat

137

PERESMIAN MASJID: Ketua BP MAJT Ali Mufiz dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen KH Kharis Shodaqoh meresmikan pembangunan Masjid Daarul Muttaqin Jalan Sidomukti Raya Perumnas Tlogosari Semarang. (IST)

SEMARANG – Masjid sudah seharusnya dijadikan pusat pembinaan berbagai persoalan yang dihadapi umat. Seperti zaman rasul, masjid menjadi pusat pendidikan, menyusun strategi untuk kesejahteraan, ekonomi, konsultasi berbagai persoalan, musyawarah di samping fungsi utama sebagai tempat ibadah.

”Persoalan umat ke depan makin banyak dan bermacam-macam, sehingga peran masjid dan pengurus masjid semakin dibutuhkan,” kata Ketua Badan Pengelola Masjid AgungJawa Tengah (MAJT) Ali Mufiz, ketika meresmikan Masjid Daarul Muttaqin, Jalan Sidomukti Raya, Tlogosari Semarang, kemarin.

Sedangkan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen,Tlogosari KH Kharis Shodaqoh meminta umat Islam tidak hanya mampu membangun masjid, tetapi dituntut tanggung jawab memakmurkannya dengan berbagai kegiatan seperti pada zaman rasul.

”Jadikan masjid sebagai tadzkirah atau pengingat. Ketika lewat mal, kita akan teringat di dalam ada pusat perbelanjaan berbagai kebutuhan yang bagus-bagus. Ketika lewat restoran teringat ada berbagai makanan enak. Sangat keterlaluan, ketika lewat masjid tidak teringat sebagai tempat salat,” tegasnya.

Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng itu menuturkan,dulu sebelum wilayah Tlogosari menjadi perumahan adalah tanah persawahan milik warga Kelurahan Bugen termasuk milik keluarganya, Kiai Shodaqoh. ”Saya ingat berkali-kali ayah saya Kiai Shodaqoh berdoa agar kelak Tlogosari menjadi perumahan yang mayoritas muslim. Alhamdulillah sekarang tiap sudut di perumahan ini terdapat masjid dan majelis taklim. Sehingga setiap saat terdengar suara azan, bacaan Alquran, salawat dan orang mengaji. Doa ayah saya menjadi kenyataan,” paparnya.

Pada kesempatan itu dilakukan serah terima jabatan Ketua Yayasan Daarul Muttaqien dari Achmad Syaichu kepada Soepomo SE. Sedang Abdul Aziz mewakili pengurus menyerahkan 100 paket sembako kepada warga binaan Masjid Daarul Muttaqin.

Soepomo menjelaskan masjid Daarul Muttaqin menempati tanah seluas 1.026 m2. Menghabiskan biaya keseluruhan Rp 3 miliar lebih. ”Alhamdulillah dari proses awal pengadaan tanah sampai pembangunan berasal dari urunan warga,’’ tuturnya. (*/ida/ce1)