Radar Semarang
Radar Semarang
Radar Semarang

SEMARANG – Tim sepakbola Jateng terus menunjukkan kualitas permainan terbaik mereka di ajang babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I Wilayah III yang saat ini tengah berlangsung di Stadion Citarum Semarang.

Di laga kedua mereka sore (4/11) kemarin, Aditya Wisnu dkk sukses membungkam DI Jogjakarta dengan skor telak 5-1. Atas kemenangan tersebut saat ini Jateng telah berhasil mengoleksi poin sempurna yaitu enam poin dari dua laga yang telah mereka lakoni.

Meski mampu unggul lebih dahulu di menit ke 5 melalui gol Aditya Jihad Visara, namun akhirnya anak-anak DIJ gagal membendung permainan apik yang ditunjukkan oleh Jateng terutama di babak kedua dimana tim tuan rumah mampu mendominasi permainan.

Lima gol kemenangan Jateng pada laga sore kemarinmasing-masing disumbangkan oleh Cipto Ferianto di menit ke 13 dan 21. Kemudian Fredyan Wahyu di menit ke 32, Guntur Soekarno di menit ke 68 dan Ronang Fandy Ahmad menutup kemenangan Jateng melalui golnya di menit ke 88.

Setelah mampu membukukan dua kemenangan, di laga ketiga Kamis (6/11) mendatang Jateng akan melakoni laga penentuan versus Banten. Jika mampu menang, Jateng akan memastikan menggenggam satu tiket ke PON Remaja I yang akan digelar di Surabaya 6-12 Desember 2014 mendatang.

“Tetapi lawan Banten besok kami juga wajib kerja keras karena Banten juga membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos. Makanya anak-anak harus terus fight,” kata arsitek Jateng, Ashadi usai laga kemarin.

Namun di pertandingan kedua kemarin, Ashadi mengakui penampilan anak-anak asuhnya semakin membaik. Itulah yang menyebabkan Jateng mampu mencetak lima gol sedangkan di laga perdana lalu mereka hanya mampu menang tipis 1-0 atas Jabar.

“Kuncinya anak-anak bisa main tenang dan control emosi sehingga kami sukses mengkonversikan peluang menjadi gol padahal di babak pertama kami sempat tertinggal lebih dulu,” sambung Ashadi.

Kemudian di kubu DIJ, sang juru ramu Warto mengakui, di babak kualifikasi ini timnya terkendala masalah persiapan yang hanya kurang dari satu bulan sehingga tim mereka selalu gagal mengembangkan permainan di dua laga yang telah mereka lakoni.

“Di awal target kami sebenarnya ingin lolos, namun dengan kondisi persiapan yang hanya kurang dari satu bulan, dan umlah pemain yang hanya 18 pemain membuat tim kami sedikit kesulitan mengambil poin,” terangnya. (bas/zal)