RANDUSARI – Tim dokter RSUP dr Kariadi Semarang telah melakukan pengangkatan dua peluru yang bersarang di wajah Faizun, 26, warga Dusun Modangan RT 01 RW 08 Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang ditembak oknum polisi, Minggu (2/11) dinihari lalu.

Operasi bedah tersebut dilakukan Selasa (4/11) kemarin selama kurang lebih tiga jam, dimulai pukul 08.00 hingga 11.00. ”Sudah dilakukan operasi pengangkatan. Ada dua peluru kecil-kecil, bentuknya seperti gotri. Posisinya di dekat hidung (di bawah mata kiri) dan di bawah telinga kiri. Itu peluru airsoft gun, posisinya tidak terlalu dalam kok,” jelas Humas RSUP dr Kariadi Darwito saat dikonfirmasi Radar Semarang, tadi malam.

Dijelaskan Darwito, Faizun kembali dirawat di ruang Merak No 8. Meski masih dalam kondisi lemas, tapi secara umum kondisi pasien sehat. ”Tim dokter melakukan operasi menggunakan alat siam, yakni alat untuk mendeteksi logam. Tidak ada masalah, besok pagi (hari ini, Red) sudah bisa dibawa pulang,” katanya.

Ditanya mengenai biaya perawatan tersebut, Darwito mengaku tidak mengetahui soal administrasi. Pihaknya hanya menjalankan tugas saja. ”Yang penting kami bekerja secara profesional saja. Kondisi pasien sehat, itu saja,” ujarnya.

Ibu korban, Rupinah, 50, mengaku belum mengetahui biaya operasi dan perawatan putranya. Pihak keluarga pelaku juga belum ada yang menemuinya untuk bertanggung jawab mengenai biaya pengobatan. ”Saya belum tahu,” katanya.

Terpisah, Polres Salatiga masih mendalami kasus penembakan yang dilakukan oknum polisi, Bripda Fajar Wirawan Yoga Saputra, 21, yang berdinas di SPN Banyubiru terhadap Faizun.

Kapolres Salatiga AKBP R.H Wibowo kepada wartawan mengatakan, pihaknya tetap menangani kasus ini sesuai prosedur yang berlaku serta bertindak profesional. Menurut dia, penyidik tengah mengumpulkan keterangan dari dua versi, yakni versi korban dan pelaku.

Selain mengorek keterangan dari dua saksi korban dan pelaku, petugas juga sudah memeriksa sejumlah saksi yang saat itu berada di lokasi kejadian, di antaranya pihak keamanan kafe dan karaoke Intan serta sejumlah perempuan pemandu karaoke ( PK).

Menurut versi Bripda Fajar, lanjut kapolres, penembakan itu dilakukan karena ia membela diri setelah terancam oleh Faizun. Kejadian tersebut bermula ketika Bripda Fajar dan temannya Feri tengah berada di salah satu ruang di kafe dan karaoke Intan.

Tak lama berselang, Feri keluar dari ruangan untuk membeli rokok. Saat itu, ia melihat keributan yang diduga dilakukan oleh Faizun dan seorang lelaki lain. Keributan itu diduga memperebutkan pemandu karaoke (PK). ”Mungkin sebagai polisi terpanggil untuk melerai keributan itu,” ujarnya.

Namun ketika melerai, Feri malah dikeroyok dan perkelahian ini mengundang Bripda Fajar keluar dari ruangan untuk menolong temannya. Namun apesnya, ia juga ikut dikeroyok. Merasa terancam, ia lantas menembakkan airsoft gun jenis pistol ke arah Faizun dan menembakkannya hingga mengenai pelipis korban.

”Masih kita selidiki, penembakan itu apakah karena membela diri atau karena overacting. Semua akan kita cek karena banyak saksinya,” tandasnya.

Seperti diberitakan Radar Semarang sebelumnya, dua peluru jenis metal yang meletup dari pistol jenis airsoft gun milik oknum anggota polisi mengenai wajah Faizun. Insiden penembakan tersebut terjadi Minggu (2/11) sekitar pukul 00.15, di depan tempat hiburan malam kafe dan karaoke Intan, Kampung Sarirejo Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Faizun bersama dua temannya, Dion dan Bayu, baru saja keluar usai menikmati hiburan karaoke di salah satu room di karaoke Intan. Begitu sampai di depan karaoke Intan, ketiganya bertemu dengan dua pria tak dikenal hingga terjadi perkelahian.

Berikutnya datang dua anggota polisi bermaksud melerai. Diduga terjadi salah paham karena terpengaruh minuman keras, antara teman Faizun, yakni Bayu dengan dua anggota polisi itu malah terlibat perkelahian. Faizun yang berusaha melerai justru ditembak oleh salah satu anggota polisi tersebut dalam jarak 0,5 meter. Faizun mengalami pendarahan di bagian wajah akibat tertembak dua kali. Selain itu ia juga menderita lebam akibat dipukul.

Sedangkan dua pelaku, Bripda Fajar Wirawan Yoga Saputra, 21, anggota Polri yang tinggal di Dusun Gulon RT 01 RW 01 Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, dan Bripda Feri diamankan ke Polsek Sidorejo, Salatiga. (mg5/sas/aro/ce1)