Terus Desak Keringanan Sanksi

203
Radar Semarang
Radar Semarang
Radar Semarang

SEMARANG – Dua kelompok supporter PSIS, Panser Biru dan Snex masih terus berharap tim kesayangan mereka, PSIS Semarang bisa ‘lolos’ dari sanksi diskualifikasi yang saat ini harus diterima buntut dari laga
sepakbola gajah versus PSS Sleman beberapa waktu lalu.

“Saya kira keputusan Komdis untuk mendiskualifikasi tim patut dipertanyakan, seharusnya hukuman itu dijatuhkan untuk personal. Dan yang jelas kami juga akan terus mendukung langkah manajemen untuk
terus memperjuangkan agar PSIS tidak terkena diskualifikasi,” kata salah satu pimpinan kolektif Snex, Donny Kurniawan kemarin.

Beberapa aksi dukungan untuk tim kesayangan mereka juga telah dilakukan oleh kedua kelompok supporter tersebut seperti yang terakhir mereka menggelar aksi tanda tangan dukungan untuk tim berjuluk Mahesa Jenar itu.

Kegiatan tersebut digelar oleh Panser Biru dan Snex di Jalan Pahlawan Semarang Sabtu (1/11) petang dan Minggu (2/11) pagi kemarin,”Respon teman-teman suporter dan masyarakat Semarang luar biasa. Prinsipnya PSIS tidak layak dihukum seberat itu,” sambung Ketua Panser Biru, Mario Baskoro.

Keinginan senada juga dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR RI asal Jateng, Agus Hermanto. Menurutnya PSSI Harus lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Terutama keputusan soal diskualifikasi yang diberikan kepada PSIS maupun PSS Sleman. “Kami tau semua melakukan kesalahan. Namun bukan berarti juga harus di diskualifikasi. Apalagi untuk pemain, bagaimanapun mereka tunas-tunas
bangsa mereka masih punya masa depan. Jadi saya mohon PSSI bisa lebih bijaksana lagi,” terang Agus.

Namun di satu sisi, Agus juga berharap kejadian ini tidak terulang lagi di kancah sepakbola Indonesia di masa yang akan datang,”Saya berharap ini menjadi yang terakhir, karena resikonya sangat berat.
Namun di satu sisi saya juga berharap hukuman yang diberikan bukan untuk mematikan karir,” sambungnya.

Sementara masih terkait sanksi, hingga kemarin PSSI masih terus melakukan penyelidikan lanjutan pasca mengeluarkan hukuman diskualifikasi terhadap PSIS dan PSS Sleman beberapa waktu yang lalu.

Termasuk nasib kelanjutan kompetisi Divisi Utama yang sempat terhenti lantaran proses penyidikan saat ini juga masih belum ada kepastian. Rencana awal, babak semifinal kompetisi kasta kedua itu akan digelar di Sidoarjo 12 November 2014 mendatang. (bas/zal)