SEMARANG–Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) mencatat, ada 38 produk impor yang merugikan perusahan domestik. Karena itu, sejumlah tindakan harus dilakukan, guna melindungi produk dalam negeri.

Ketua KPPI, Ernawati mengatakan bahwa pada era perdagangan bebas seperti sekarang ini hambatan tarif dan non-tarif hilang. Namun, World Trade Organization (WTO) masih mengizinkan kepada negara untuk melindungi produk dalam negerinya dari serbuan barang impor.

“Perlindungan tersebut dilakukan, jika terjadi penjualan barang impor dengan harga yang tidak fair terhadap produk dalam negeri. Namun begitu, kami tidak bisa semena-mena dalam menerapkan kebijakan anti dumping dan safeguard tersebut. Sebab, harus ada penyelidikan yang mendalam terhadap laporan perusahaan pelapor,” ujarnya.

Selama 10 tahun ini, ucapnya, ada 38 produk yang telah dilaporkan. Pihak pemohon yang melaporkan kepada KPPI merupakan perusahaan domestik yang merasa tersaingi dengan produk-produk impor dari negara tetangga.

Beberapa produk yang telah dilaporkan dan ditindaklanjuti di antaranya, produk yang telah dikenakan bea masuk tindakan pengamanan (13 produk), produk yang telah dikenakan tanda pendaftaran produk berupa kuota (1 produk), produk yang sudah dikenakan BMTP dan diperpanjang (2 produk).

Kemudian, penyelidikan yang dihentikan karena tidak memenuhi persyaratan (10 produk), permohonan yang tidak memenuhi persyaratan untuk ditindaklanjuti (9 produk), dan sedang dalam proses penyelidikan (3 produk). Tiga produk yang sedang dalam proses penyelidikan dan telah direkomendasikan KPPI, di antaranya wire rod (besi baja), I&H Section dari baja, dan coated paper (kertas berlapis). “Perusahaan domestik yang melapor ke KPPI merasa rugi dengan beredarnya barang tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berharap agar perusahaan domestik mau menginformasikan barang impor mana saja yang beredar dan mengganggu produk mereka. Dengan catatan, harus sesuai dengan kriteria gangguan.
“Bila memang penjualannya tidak fair, tentu kami akan lindungi,” tandasnya. (dna/ida)