SELIDIKI : Tim Labfor dan Inafis Polda Jateng melakukan olah TKP kasus kebakaran di kios milik Azam Lutfianto di Pasar Bintoro. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
 SELIDIKI : Tim Labfor dan Inafis Polda Jateng melakukan olah TKP kasus kebakaran di kios milik Azam Lutfianto di Pasar Bintoro. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

SELIDIKI : Tim Labfor dan Inafis Polda Jateng melakukan olah TKP kasus kebakaran di kios milik Azam Lutfianto di Pasar Bintoro. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Tim Labfor dan Inafis Polda Jateng kemarin, terjun langsung ke Pasar Bintoro. Petugas kepolisian tersebut mengecek berbagai kemungkinan penyebab terjadinya kebakaran di kios Pointplus Blok E 1 Nomor 1 yang terletak di pasar induk terbesar di Demak tersebut. Dugaan sementara, kios milik Azam Lutfianto, 43, warga Kampung Merbotan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota itu terbakar akibat konsleting listrik.

Kemungkinan pula yang lain termasuk kelalaian. Kendati demikian, untuk memastikannya, petugas labfor membawa serta beberapa puing-puing perkakas yang dibutuhkan untuk dianalisa lebih lanjut. Diantaranya, kabel listrik, instalasi, arang bekas terbakar, tabung elpiji dan lainnya yang dirasa perlu. Kasubid Puslabfor Polda Jateng, AKBP Rini Astuti mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran itu. Bisa jadi, kebakaran karena kelalaian atau faktor lainnya. “Nunggu hasil labfor,” terangnya saat memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP), kemarin.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni menambahkan, tim labfor Polda Jateng didatangkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Dengan demikian, akan diperoleh kepastian soal terjadinya musibah yang terjadi Kamis (30/10) malam itu. “Peralatan labfor Polda lebih lengkap,” katanya.

Kasatreskrim Iptu Wafdan Muttaqin mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan beberapa saksi soal kebakaran kios Pointplus tersebut. Meski begitu, penyebab pasti kebakaran akan diketahui setelah tim labfor Polda menyampaikan hasil penelitiannya nanti. “Kita tunggu saja,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Dachirin Said yang kemarin meninjau lokasi kejadian menegaskan, pihaknya masih melihat dulu hasil penanganan dari pihak yang berwenang. “Kita ketahui dulu persoalannya apa. Baru, nanti ditindaklanjuti. Kita evaluasi menyeluruh supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Sebab, kita trauma betul karena pada 2006, Pasar Bintoro sudah pernah terbakar. Meski begitu, dalam jangka sebulan ini nanti harus ada pembenahan. Harus ada penertiban termasuk kabel-kabel listrik yang berpotensi memicu kebakaran. Kita juga tata lagi soal parkir yang tampak tidak beraturan ini,” jelasnya.

Bupati mengatakan, Pasar Bintoro merupakan ikon Kota Demak. Karena itu, harus dijaga keberadaannya jangan sampai kasus kebakaran kembali terjadi. “Setidaknya tiga lokasi yang menjadi perhatian utama pemkab. Yaitu, Pasar Bintoro, kemudian tempat wisata religi Kadilangu dan Masjid Agung Demak,” katanya.

Menurutnya, tiga lokasi tersebut akan dibenahi baik mengenai kabel listrik maupun drainasenya. Dalam kesempatan itu, Bupati Dachirin juga mengecek kran atau hidran pemadam yang dipasang di dekat lokasi kejadian. Plt Sekda dr Singgih Setyono MMR mengungkapkan, hydran itu baru terisi air setelah ada laporan ke PDAM. Karena itu, saat masih kosong hydran tidak bisa difungsikan karena tidak ada air sebagai penekan. “Tidak ada tekanan airnya. Mau membuka hydrannya juga bingung,” jelasnya mengevaluasi keberadaan hydran air pasar Bintoro itu. Dalam pengecekan hydran kemarin, ada sedikit insiden. Air dari hydran tekanan tinggi tiba-tiba nyemprot para pejabat yang berada di sekitarnya. Ini terjadi setelah tombol tengah hydran ditekan. Semprotan air sempat mengenai baju Asisten III Agus Supriyanto dan Plt Sekda dr Singgih Setyono. (hib/ric)