PATUT DICONTOH : Para siswa MTs Darussaadah melakukan bersih-bersih pantai dengan memunguti sampah di Pantai Sendang Sikucing, Jumat (31/10) kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 PATUT DICONTOH : Para siswa MTs Darussaadah melakukan bersih-bersih pantai dengan memunguti sampah di Pantai Sendang Sikucing, Jumat (31/10) kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

PATUT DICONTOH : Para siswa MTs Darussaadah melakukan bersih-bersih pantai dengan memunguti sampah di Pantai Sendang Sikucing, Jumat (31/10) kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Ratusan Pelajar MTs Darussaadah, Rowosari menggelar aksi bersih-bersih pantai. Aksi tersebut digelar untuk melatih kepekaan siswa mencintai lingkungan sekitar. Terutama pantai yang sudah mulai tercemar.

Aksi tersebut dilakukan di Pantai Sendang Sikucing secara bergotong-royong. Sebab, salah satu objek wisata Kabupaten Kendal tersebut banyak berserakan sampah di sepanjang tepi pantai. Selain itu, kegiatan tersebut dilakukan supaya kawasan objek wisata dapat terjaga keindahan dan kelestariannya. “Utamanya untuk mendidik para siswa supaya lebih mencintai lingkungan, serta mengisi makna sumpah pemuda para generasi penerus bangsa,” ujar Mohamad Warno, salah seorang guru MTs Darussaadah.

Pihaknya mengaku prihatin atas kurang sadarnya masyarakat dalam kebersihan lingkungan daerah pesisir pantai. Sebab banyak berserakan sampah plastik yang dapat merusak keindahan alam dan mempengaruhi ekosistem di laut. Ia berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kelompok masyarakat lainnya untuk kegiatan bersih-bersih pantai ini. “Objek wisata pantai ini merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Kendal. Namun sayang kebersihan pantai kurang diperhatikan oleh pihak pengelola,” tandasnya.

Menurut salah seorang siswa MTs Darussaadah, Lazinatus Saadah jika kondisi pantai yang kumuh mengakibatkan merosotnya jumlah pengunjung. Sebab pengunjung pasti malas berkunjung jika kondisi pantainya penuh dengan sampah. “Kalau pantainya kumuh, siapa yang mau berkunjung. Orang datang ke objek wisata itu cari senang, bukan malah disuguhi yang kotor-kotor. Dengan kotornya pantai berdampak buruk bagi perkembangan perekonomian dan pariwisata Kendal,” katanya.

Disampaikannya, kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan dengan cara memunguti sampah yang berserakan. Sampah-sampah kemudian dikumpulkan satu persatu ke dalam karung yang telah disediakan. “Meski capek tapi semua senang, karena cinta lingkungan bukan sekedar teori, tapi harus dipraktikkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Harus dimulai dari diri sendiri dan saat ini juga. Jangan saling menunggu untuk melakukan kebersihan,” lanjutnya. (bud/ric)