GUBERNURAN – Jatah beras bagi masyarakat miskin (raskin) Jateng periode 2014 sudah ludes di bulan Oktober kemarin. Praktis, dua bulan tersisa, November-Desember, warga miskin Jateng terancam tidak mendapatkannya.

Kepala Perum Bulog Divre Jawa Tengah, Damim Hartono, mengatakan, jumlah beras miskin yang terdistribusi mencapai 446.788.260 kg dalam setahun ini. Raskin ini diberikan untuk 2.482.157 rumah tangga sasaran (RTS) di Jateng. ”Masing-masing RTS mendapat jatah 15 kg,” katanya usai berkoordinasi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kemarin.

Ia menambahkan, untuk 2014 ini, jatah raskin di Jateng sudah tersalur 100 persen. Jatah November-Desember sudah diberikan karena adanya bencana di Jateng. Seperti banjir, longsor dan lainnya. ”Biasanya memang ada raskin bulan ke-13 atau ke-14. Kalau Bulog hanya menyuplai raskin,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku akan meminta tambahan raskin ke Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. Tambahan raskin, kata dia, dimaksudkan untuk masyarakat yang masih membutuhkan.

”Sejumlah daerah terutama di wilayah Pantura masih banyak yang membutuhkan. Diprioritaskan untuk nelayan,” katanya.
Ganjar akan segera mengirimkan surat ke pusat untuk tambahan raskin. Ia yakin, pasti akan disetujui dan langsung disalurkan. Daerah yang meminta di antaranya Pekalongan, Kendal, dan Tegal. ”Kemunggkinan besar akan diberikan tambahan,” ujarnya. (fth/aro/ce1)