Gizi Buruk Masih Menghantui

185
BIAR SEHAT : Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak dr Iko Umiyati ikut acara jalan sehat bersama di sela Peringatan HKN kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)
BIAR SEHAT : Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak dr Iko Umiyati ikut acara jalan sehat bersama di sela Peringatan HKN kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)
BIAR SEHAT : Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak dr Iko Umiyati ikut acara jalan sehat bersama di sela Peringatan HKN kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Kasus anak atau balita yang mengalami gizi buruk hingga kini masih menghantui Demak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak, pada 2013 misalnya, tercatat ada 66 kasus dan dapat disembuhkan sebanyak 46 orang, 3 meninggal dan tersisa 17. Sedangkan, pada 2014, dari 49 kasus gizi buruk 27 diantaranya dapat disembuhkan,1 meninggal karena tertular HIV/AIDS dan tersisa 19.

Itu pun, angka tersebut juga bagian sisa dari tahun sebelumnya. Kasus ini dilihat dari berat badan dan tinggi badan. Untuk mengurangi gizi buruk ini, Dinkes terus berupaya mensosialisasikan pentingnya kesehatan dan asupan makanan yang bergizi bagi balita. Selain gizi buruk, kasus demam berdarah maupun kematian ibu dan bayi juga menjadi perhatian.

Kepala Dinkes Demak, dr Iko Umiyati mengatakan, untuk kasus kematian ibu dan bayi terus menurun. “Kita berusaha agar semua dapat ditangani dengan baik sehingga bisa mengurangi risiko kematian yang ada,” ujarnya di sela Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang mengusung tema “Sehat Bangsaku Sehat Negeriku” di aula Dinkes, kemarin. HKN yang dihelat Dinkes tersebut diramaikan dengan berbagai lomba, diantaranya lomba karaoke, memasak nasi goreng, jalan sehat bersama maupun donor darah.

Ketua panitia HKN, Karjono SKM mengatakan, berbagai lomba tersebut diharapkan dapat menghibur peserta HKN. “HKN ini dilakukan sebagai sarana sosialisasi bersama para praktisi kesehatan,” ujarnya. Panitia yang menangani lomba, Agus Prianto menambahkan, setidaknya ada 14 organisasi yang turut dalam HKN tersebut. Diantaranya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Apoteker Indonesia, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) dan lainnya. Yang paling menjadi perhatian adalah lomba karaoke yang diikuti perwakilan dari masing-masing puskesmas. Petugas kesehatan pun mengenakan pakaian mirip artis lalu menyanyikan lagu di depan hadirin. (hib/ric)