MELAPOR: Yusuf Sudarno dan Maria Daria menunjukkan foto Yamima Fanuel Sudarno saat melapor di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
MELAPOR: Yusuf Sudarno dan Maria Daria menunjukkan foto Yamima Fanuel Sudarno saat melapor di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
MELAPOR: Yusuf Sudarno dan Maria Daria menunjukkan foto Yamima Fanuel Sudarno saat melapor di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Raut muka gelisah tampak di wajah Yusuf Sudarno, 46, dan Maria Daria, 45. Keduanya adalah orang tua Yamima Fanuel Sudarno, 18, mahasiswi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, yang hilang misterius usai mengikuti kegiatan kampus pada 19 Oktober lalu. Jumat (31/10) kemarin, Yusuf dan Maria mendatangi Mapolrestabes Semarang untuk melaporkan kejadian tersebut. Ada dugaan, Mima –panggilan akrab Yamima Fanuel Sudarno— hilang diculik.

Orang tua Mima mengaku, belakangan sering mendapat teror dari penelepon misterius yang menggunakan privat number. Sejak kepergian Mima pada Kamis (16/10) lalu, hingga sekarang belum ada kabar jelas mengenai keberadaan putri tercintanya tersebut.

”Belakangan saya sering mendapat teror telepon dari seorang pria menggunakan privat number. Pria yang mengaku bernama Agus itu justru menanyakan di mana keberadaan Mima,” kata Yusuf kepada wartawan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin.

Saat Yusuf berusaha menanyakan apa maksud Agus menanyakan keberadaan Mima, penelepon tersebut justru menutupnya. ”Anehnya, dia menelepon berkali-kali,” imbuh warga Jagalan 554 RT 02 RW 05, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang itu.

Saat diwawancarai wartawan, Yusuf dan Maria tak sanggup menahan isak tangis. Keduanya sangat khawatir akan keselamatan putri sulung dari tiga bersaudara tersebut. ”Kami berharap, Mima segera ditemukan dan segera pulang ke rumah. Kami sangat kangen sama dia,” ungkapnya sembari terisak.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan Mima pergi dibawa kabur pacar? Yusuf mengaku tidak mengetahui. Namun, menurut sepengetahuan Yusuf, Mima belum punya pacar. ”Setahu saya, Mima belum punya pacar,” katanya.

Sehingga hilangnya Mima membuat sang ayah begitu khawatir akan keselamatannya. Begitu pun saat disinggung siapa pria yang mengaku bernama Agus? Yusuf mengaku tidak mengenalnya. ”Saya tidak kenal. Kalau dibilang pacaran, saya belum tahu. Selama ini juga belum pernah bertemu,” ujarnya.

Menurutnya, jika Mima mempunyai pacar, kemungkinan besar bisa bercerita kepada orang tuanya. Sebab, Mima cukup terbuka, selain itu juga tipikal wanita yang bertanggung jawab, penurut dan bisa ’ngemong’ adik-adiknya.

”Kami juga tidak menemukan tindakan mencurigakan sebelumnya. Sikap Mima sendiri tidak memperlihatkan memiliki masalah, baik dengan keluarga maupun dengan temannya. Tidak ada masalah,” katanya.

Yusuf mengakui, sebelumnya Mima memang izin hendak mengikuti kegiatan kampus sejak 16-19 Oktober 2014. ”Kami juga mengizinkannya karena menurut saya kegiatan kampus itu wajar,” ucapnya.

Namun, setelah tanggal 19 Oktober, Mima juga tidak kunjung pulang ke rumah. Pihak orang tua telah menelusuri di sejumlah tempat, baik di rumah famili hingga teman-teman terdekatnya. Namun hingga kini pencarian itu belum membuahkan hasil.

Adapun ciri-ciri Mima, tinggi badan 160 sentimeter, badan sedang, kulit sawo matang, berambut panjang hitam-lurus, dan bertahi lalat di bawah hidung, serta gigi sebelah kanan gingsul. ”Kami berharap, kepada masyarakat apabila mengetahui ataupun melihat Mima, mohon segera melapor ke kantor polisi terdekat, atau menghubungi nomor 085641554102, 085712096005, atau 085727752507,” katanya.

Seperti diberitakan Radar Semarang sebelumnya, seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi Manajemen Unika Soegijapranata Semarang, Yamima Fanuel Sudarno alias Mima, 18, warga Jalan Jagalan 554, Ungaran, Kabupaten Semarang, sejak Minggu (19/10) diketahui menghilang. Sebelum menghilang anak pertama dari dua bersaudara itu mengikuti kegiatan life in yang diselenggarakan kampusnya di Desa Harjosari, Kecamatan Bawen sejak Kamis (16/10). (mg5/aro/ce1)