Enjoy Jadi Marketing

193
Nisita Nita Arifa. (IDA NOR LAYLA/RADAR SEMARANG)
Nisita Nita Arifa. (IDA NOR LAYLA/RADAR SEMARANG)
Nisita Nita Arifa. (IDA NOR LAYLA/RADAR SEMARANG)

BAGI Nisita Nita Arifa, 23, bekerja tidak harus idealis sesuai dengan bidang kelimuan yang digeluti. Namun, selama pekerjaan itu sesuai passion yang ada dalam diri, akan menghasilkan sesuatu yang berarti dan bermanfaat lebih.

Alumnus jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini dulu bercita-cita menjadi seorang public relation (PR). Namun kini dia justru menekuni dunia marketing.

Gadis asal Salatiga kelahiran 22 Mei 1991 ini, bekerja sebagai Counter Sales PT Nasmoco Siliwangi. Di tempat tersebut, gadis yang diwisuda sarjana akhir 2013 lalu ini, ternyata menemukan dunia baru yang dulunya tak pernah dia bayangkan.

”Awalnya saya belum tahu passion saya di mana. Kemudian berusaha meng-explore diri lewat kerja di Nasmoco. Ternyata saya sangat enjoy, karena bisa mengenal banyak orang,” tutur bungsu dari dua bersaudara ini.

Membuatnya memiliki peluang untuk terus belajar adalah karena setiap hari bertemu dengan banyak orang baru. Akhirnya, bisa memperluas networking, melatih skill dalam bernegosiasi, memperkaya diri dengan solusi (objection handling) dan cepat menemukan solusi terbaik. ”Buat aku, dunia marketing seperti sekolah. Bagaimana menjadi orang yang skillful. Karena di dunia marketing harus pandai bicara (publik speaking). Dari situlah saya mengembangkan diri,” akunya.

Terkait dukungan orang tua, Sita mengaku sudah diarahkan agar berkarir di dunia pendidikan. Namun karena dirinya enjoy di dunia marketing, orang tua tetap memberikan support, selama memberikan kenyamanan dan bisa mandiri. ”Beliau ingin mengarahkan salah satu anaknya terjun di dunia pendidikan,” jelasnya.

Sita tipikal anak yang terbuka terhadap orang tua. Segala hal yang dia alami, selalu diceritakan, baik susah maupun senang. ”Orang tua akhirnya sangat sportif dalam memberikan dukungan kepada anaknya,” katanya.

Apalagi, semakin ke sini, ternyata dunia marketing beda tipis dengan PR. Sang orangtua memahami, jalan karir tersebut yang akan ditempuhnya. ”Cita-cita ke depan saya, berprestasi di bidang marketing dan mengembangkan karir yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (ida/aro/ce1)