SEMARANG – Real Estate Indonesia (REI) Jateng berharap dengan susunan kabinet yang baru ini akan ada koordinasi yang lebih baik terkait pembangunan perumahan. Salah satu yang disoroti adalah masalah keseragaman harga rumah.

Ketua REI Jateng MR Prijanto mengatakan, pihaknya sangat berharap pada empat kementerian yaitu Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Agraria dan Tata Ruang, Keuangan, dan Kementerian Tenaga Kerja untuk melakukan koordinasi yang baik terkait sektor perumahan untuk rakyat terutama untuk golongan ekonomi menengah ke bawah.

“Koordinasi tersebut diperlukan agar pembangunan rumah untuk rakyat bisa berjalan lancar di antaranya mengenai keseragaman harga rumah terutama rumah murah, infrastruktur, dan sertifikat tanah,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, ketidakseragaman harga rumah murah beberapa waktu lalu menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan rumah murah. Belum adanya kesepahaman antara Kementerian Perumahan Rakyat dengan Kementerian Keuangan berdampak pada molornya pembangunan rumah murah. “Kami berharap hal tersebut tidak terjadi lagi. Karena seperti kita ketahui angka pembangunan rumah yang tertunda atau backlog ini terus meningkat setiap tahunnya. Jadi kita harus gerak cepat,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berharap adanya peningkatan pembangunan fasilitas umum seiring dengan pertumbuhan sektor properti. Karena dua hal ini menurutnya berkaitan erat.

Kemudian terkait ketersediaan tanah, pihaknya juga berharap agar Kementerian Agraria terus mengembangkan layanan Permata (Pelayanan Mandiri Akta Tanah) melalui sistem online agar lebih efektif. Demikian halnya dengan Kementerian Tenaga Kerja yang diharapkan dapat memberikan pertimbangan yang baik mengenai kemampuan finansial para pekerja di Indonesia dalam melakukan pembelian rumah melalui sistem kredit. (dna/smu)