SIMPANG LIMA – Kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu, dua pengemudi mobil mewah terjaring operasi rutin (Opstin) yang digelar oleh tim gabungan Polrestabes Semarang di Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (28/10) dinihari.

Satu di antaranya, seorang pengemudi Honda Jazz warna hitam H 22 AY, sempat turun dan berlari untuk membuang barang bukti sabu-sabu di depan kantor Gubernur Jateng. Namun petugas melihat gelagat tersebut langsung bergerak cepat.

Plastik klip berisi sabu-sabu kurang lebih satu gram yang dibuang di dekat mobilnya diamankan petugas. Sang pengemudi yang diketahui bernama Mahendra Wika Wiwaha, 38, warga Wonodri, Semarang Selatan, langsung dibekuk oleh petugas gabungan Polrestabes Semarang.

Mahendra yang semula melaju dari arah selatan (depan Mapolda Jateng) menuju utara (Simpang Lima) tampak kepanikan. Pasalnya berlapis-lapis barisan petugas kepolisian jajaran Polrestabes Semarang, yang dipimpin oleh Kasat Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Juli Agung Pramono, dan Kasat Lantas AKBP Pungky Bhuana, telah siap menghadangnya.

Barangkali saking paniknya, Mahendra lupa mematikan video porno di layar DVD Portable di dashboard mobilnya. Dari kaca mobil yang bening, sejumlah petugas melihat video yang masih berputar tersebut. Dalam sekejap, Mahendra dikepung oleh belasan polisi bersenjata laras panjang. Ia tak berkutik saat diminta mengambil barang yang dibuang tersebut. Ternyata benar, setelah dicek petugas, barang yang dibuang itu adalah sabu-sabu. Tak menunggu lama, Mahendra langsung digelandang petugas ke Mapolrestabes Semarang.

Di hadapan polisi, Mahendra mengaku membeli sabu tersebut dari seseorang di sebuah hotel di daerah Gajahmungkur. Sedangkan mobil yang dikendarai itu diakui milik pacarnya, yang merupakan seorang pemandu karaoke (PK). ”Saat ini, pacar saya sedang sakit dan dirawat di RS Elisabeth,” kata Mahendra yang mengaku telah dua kali membeli sabu.

Sebelumnya, dalam operasi tersebut juga mengamankan pengemudi mobil Kia Visto K 8742 HF, Wendi, 27, warga Genuk, dan teman wanitanya, Luna, 21, warga asal Purwodadi. Petugas yang menggeledah mobil tersebut mendapati narkoba jenis sabu sebanyak 6 paket, total beratnya 5 gram.

Barang haram tersebut terbungkus plastik kecil dan disembunyikan di dalam tas milik Wendi. Selain itu, petugas juga menemukan sabu yang tersimpan di bawah jok mobil. Wendi sendiri mengakui, ia hendak mengirimkan paket sabu tersebut ke Purwokerto. ”Saya membeli sabu dari seseorang, dan mengambilnya di tepi jalan,” ujar Wendi.

Sedangkan Luna saat dimintai keterangan mengaku tidak tahu-menahu terkait barang haram tersebut. Ia mengaku hanya diajak oleh Wendi. Malam itu, rencananya hendak bersenang-senang di tempat karaoke. Luna sendiri saat dilakukan tes urine diketahui negatif, sehingga petugas kepolisian akhirnya membebaskannya. Sementara Wendi ditahan.

Sedangkan Kasat Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Juli Agung Pramono, selain dua tersangka, pihaknya juga menangkap tiga tersangka lain, yakni Dedi Irawan, 36, warga Desa Geneng, Demak dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,05 gram, M. Saifudin, 21, warga Jalan Brumbung Semarang dengan barang bukti sabu-sabu 0,2 gram.

Berikutnya adalah Agus S, 33, warga Bandarharjo, Semarang dengan barang bukti enam gram sabu-sabu yang dibagi 32 kantong plastik klip. ”Sabu dari Agus, disembunyikan di kotak bekas tempat cotton bud. Sabu harga paket hemat tersebut dijual dalam kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 750 ribu. Totalnya 6 gram,” kata Juli.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Djihartono mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan operasi rutin (Opstin) untuk menekan angka kriminalitas di Kota Semarang. Dikatakannya, Opstin tersebut dinilai efektif, terbukti keberhasilan tim petugas gabungan Polrestabes Semarang berhasil menangkap pengedar narkoba. ”Kami akan mengembangkan terkait asal-usul narkoba tersebut hingga menangkap jaringannya,” kata Djihartono, di Mapolrestabes Semarang, Selasa (28/10). (mg5/ida/ce1)