Lukisan Jokowi dari Sampah Plastik

478
RAMAH LINGKUNGAN: Lima siswi SMPN 17 Semarang menunjukkan lukisan Jokowi dari sampah plastik.(NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
 RAMAH LINGKUNGAN: Lima siswi SMPN 17 Semarang menunjukkan lukisan Jokowi dari sampah plastik.(NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

RAMAH LINGKUNGAN: Lima siswi SMPN 17 Semarang menunjukkan lukisan Jokowi dari sampah plastik.(NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

TEGALSARI – Sebagai apresiasi kepada presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi, sejumlah siswa dari SMP Negeri 17 Semarang membuat karya kreatif berupa lukisan wajah sang presiden dari bahan sampah plastik yang dibingkai frame berbahan pelepah pisang dan dedaunan. Lukisan ramah lingkungan tersebut dibuat para siswa selama 2 minggu.

Guru Seni Budaya dan Kerajinan (SBK) SMPN 17 Semarang, Suratno, menjelaskan, tokoh yang dipilih sengaja Jokowi lantaran pria asal Solo itu baru saja dilantik sebagai Presiden RI. Ia dan para siswanya mencoba mendaur ulang sampah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomis sekaligus bernilai seni.

”SMPN 17 kebetulan sekolah yang mengedepankan ramah lingkungan. Sampah yang tidak berguna sengaja dimanfaatkan untuk hasil karya seni yang mempunyai nilai jual seperti lukisan,” katanya kepada Radar Semarang, Selasa (28/10).

Untuk membuat karya seni tersebut, para siswanya tidak menemukan kendala yang berarti. ”Hanya butuh ketelitian, alat, dan bahannya pun sederhana. Setelah model disketsa, kemudian potongan plastik ditempelkan menggunakan lem kayu,” bebernya.

Dikatakan, selain mengajarkan seni, pembuatan lukisan dari limbah sampah itu bisa menumbuhkan ekonomi kreatif, dan membuka lapangan pekerjaan. ”Hasil karya coba kita ikutkan pemeran, kalau ada yang beli ya kita lepas. Kita tidak mematok harga, karena misi yang kita laksanakan adalah membuat lingkungan bersih dan mengajarkan siswa berkarya dan berwirausaha,” katanya.

Dwi Apriliana, salah satu siswi pembuat lukisan Jokowi dari limbah plastik ini mengatakan, saat membuat lukisan, setiap kelompok terdiri atas 5 siswa. Setiap kelompok membuat dua lukisan. ”Susahnya saat membuat detail wajah agar bisa terlihat hidup. Sebelumnya kami membuat sketsa yang kami browsing dari internet, lalu digambar pada selembar kertas,” jelas siswi kelas 9 ini.

Selain detail wajah, yang perlu diperhatikan adalah bagian kepala dan siluet wajah yang harus menggunakan plastik berwarna gelap. ”Siluet wajah sangat perlu diperhatikan. Kalau siluet sudah didapat, baru kita perhatikan detail wajah dan lainnya,” tandasnya.

Agnes Intan, siswi lainnya menambahkan, ia dan timnya membuat 2 lukisan Jokowi tersebut selama 2 minggu. ”Ke depan kami akan membuat lukisan wajah dari tokoh-tokoh terkenal lainnya,” katanya. (den/aro/ce1)