125 Desa Wisata Tak Miliki Roh

231

WONOTINGAL-Sebanyak 125 desa wisata yang tersebar di wilayah Jateng, masih belum bisa dioptimalkan dengan baik. Salah satu kendalanya, karena roh dari desa itu masih belum mampu menarik perhatian masyarakat.

Kabid Pemasaran Disbudpar Jateng, Trengggono mengatakan bahwa dari 125 desa wisata baru sekitar 20 desa yang bisa dijual. Karena itulah, pihaknya terus menggali berbagai potensi desa wisata untuk menarik wisatawan ke Jateng. Sebab desa wisata menyimpan berbagai potensi yang menarik di sekor pariwisata.

“Local wisdom di desa wisata itu yang menarik dan menjual untuk wisatawan,” katanya di sela acara Bursa Wisata Indonesia 2014 di Hotel Patrajasa, Semarang.

Menurutnya, agar desa wisata bisa dijual minimal harus memenuhi empat unsur A. Yakni Akses; Atraksi (keindahan alam, budaya sera local wisdom); Aktivitas di desa (bagaiman wisata melakukan aktivitas yang natural) serta Amenitas (bagaimana wisatawan kerasan). “Empat unsur itu harus dipenuhi, agar desa memiliki roh dan benar-benar bisa dijual untuk wisatawan,” imbuhnya.

Disbudpar Jateng mengaku terus berupaya maksimal untuk mengangkat berbagai potensi di desa wisata. Ia ingin menjadikan desa wisata tidak hanya wahana rekreasi semata. Tapi juga sarana edukasi, peningkatan ekonomi serta memperkenalkan local wisdom desa setempat. “Kami ingin agar di desa wisata semua aktivitasnya benar-benar alami. Jika petani ya bertani seperti biasa. Kami sudah mempersiapkan sumber daya manusia agar bisa mengelola naturalisme di desa wisata tersebut,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Tengah, Pranoto Hadi Prayitno mengakui jika desa wisata di Jateng sebenarnya menarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sebab di desa itu, wisatawan bisa rekreasi sekaligus belajar mengenal local wisdom di desa tersebut. “Jika mau jujur, sebenarnya potensi desa wisata cukup banyak. Tapi memang semua belum tergarap maksimal,” katanya.

Beberapa di antaranya yang belum tergarap adalah lokasi bekas pengeboran minyak di Blok Cepu Blora, Bleduk Kuwu, Purwodadi. Dua hal ini sebenarnya sangat potensial untuk memperkuat sektor pariwisata di Jateng. Ia selaku ketua ASPPI berkomitmen kuat untuk menganggkat dan mengoptimalkan berbagai potensi desa wisata. “Kami mengadakan acara Bursa Wisata Indonesia 2014 sebagai upaya untuk mengangkat pariwisata di Jateng,” tambahnya.

Bursa Wisata Indonesia dilaksanakan DPD ASPPI Jateng. Kegiatan ini diikuti 260 buyer dan 78 dari berbagai provinsi. Bahkan ada perwakilan Jepang dan Turki dilibatkan dalam event tersebut. (fth/ida)