Kamikaze Demi Hindari Borneo FC

155
Radar Semarang
Radar Semarang

SLEMAN – Entah kenapa Pusamania Borneo FC menjadi momok yang begitu menakutkan di semi final kompetisi Divisi Utama 2014 mendatang. Demi menghindari Borneo FC di semi final, dua tim yakni PSIS Semarang dan PSS Sleman, rela melakukan segala cara.

Kedua tim sebelum laga sudah sama-sama memastikan lolos semi final mewakili Grup N. Pertandingan di lapangan AAU Jogja sore kemarin untuk menentukan juara dan runner-up grup. Juara grup akan menghadapi Borneo FC yang menjadi runner-up Grup P. Nah, kedua tim sama-sama berusaha kalah agar tak jadi juara grup.

Laga pamungkas babak 8 besar tersebut berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan tuan rumah. Namun kelima gol yang tercipta adalah hasil kamikaze alias bunuh diri massal para pemain kedua tim.

Pertandingan aneh ini terlihat sejak awal laga. Sejak wasit Hulman S dari Jakarta memulai kick off, kedua tim hanya bermain-main dengan ball posession tanpa melakukan penyerangan. Drama berlanjut ke babak kedua.

Nah, aksi bunuh diri massal diawali PSS. Percobaan pertama dilakukan oleh Agus Setiawan namun gagal karena tembakan kerasnya ke gawang sendiri mampu dihadang pemain PSIS Saptono yang mendadak turun di depan tiang gawang PSS Sleman menghalau. Tak berselang lama, tepatnya di menit ke 85 percobaan gol bunuh diri kedua Agus Setiawan sukses. Di menit ke 88 PSS menggandakan gol bunuh diri melalui kaki Hermawan Putra Jati.

PSIS tak mau begitu saja dipermainkan PSS, Mahesa Jenar merancang strategi agar kalah. Tak tanggung-tanggung, dalam tiga menit di akhir laga lahir tiga gol bunuh diri PSIS. Yakni melalui Fadli Manna di menit ke 89 dan Komaedi di menit ke 90 dan 90+1. PSS Sleman tak sempat lagi mencetak gol bunuh diri dan laga berakhir dengan keunggulan 3-2 untuk PSS.

Atas hasil tersebut, PSS harus “rela” jadi juara grup N dan bertemu Pusamania Borneo FC di semi final. PSIS sebagai runner-up, sukses menghindari Fernando Soler dkk dan akan berhadapan dengan juara Grup P Martapura FC.

“Kita tidak menduga PSS akan nekat melakukan dua gol bunuh diri. Sehingga di lapangan jadi di luar kontrol untuk kemudian juga membalas gol bunuh diri itu,” tandas Manajer Tim Wahyu ‘Liluk’ Winarto. (bas/smu)