PELANTIKAN: Sri Puryono yang ditetapkan menjadi Sekda Jateng mendapatkan ucapan selamat dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, usai pelantikan dan pengambilan sumpah di ruang Gradika Bhakti Praja, Semarang. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
PELANTIKAN: Sri Puryono yang ditetapkan menjadi Sekda Jateng mendapatkan ucapan selamat dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, usai pelantikan dan pengambilan sumpah di ruang Gradika Bhakti Praja, Semarang. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
PELANTIKAN: Sri Puryono yang ditetapkan menjadi Sekda Jateng mendapatkan ucapan selamat dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, usai pelantikan dan pengambilan sumpah di ruang Gradika Bhakti Praja, Semarang. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)

GUBERNURAN – Setelah sempat mengalami kekosongan selama 18 bulan lebih, posisi Sekda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akhirnya terisi. Sri Puryono yang sebelumnya menjadi pelaksana tugas (Plt) Sekda, kini ditetapkan menjadi Sekda Jateng dan dilantik pada Jumat kemarin (24/10).

Sri Puryono menggantikan posisi PNS eselon IB yang sebelumnya diisi Hadi Prabowo. Sedangkan Hadi Prabowo menanggalkan jabatan Sekda karena mencalonkan diri sebagai Gubernur Jateng dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 lalu. Dan Hadi Prabowo kini menjadi salah satu direktur jendral (Dirjen) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui jika pengisian posisi Sekda Provinsi Jateng berlangsung cukup lama. Ia berdalih, proses pencarian sekda cukup lama, karena mencari personal yang benar-benar berkualitas dan mampu mengemban tugas sebagai Sekda Jateng.

”Proses sekda memang cukup lama. Karena kami ingin agar sekda benar-benar disiapkan matang,” katanya usai pelantikan dan pengambilan sumpah Sekda Jateng di ruang Gradika Bhakti Praja, Semarang.

Sebelum menetapkan sekda, dia mengatakan bahwa ada tujuh nama yang diusulkan dan kemudian disaring menjadi tiga nama untuk dikirimkan ke Kemendagri. Adalah Sri Puryono (Plt Sekda Jateng); Heru Setiadhie (Kepala Bappeda Jateng) serta Yuni Astuti (Kepala BPMD Jateng). Dari tiga nama itu, akhirnya Presiden SBY memilih nama Sri Puryono sebagai Sekda Provinsi Jateng. ”Buat Pak Sri Puryono selamat bekerja,” pesannya.

Ganjar menambahkan banyak pekerjaan rumah sudah menanti Sekda Jateng definitif. Sekda menjadi tangan gubernur sampai bawah untuk memastikan reformasi birokrasi lancar dan pelayanan maksimal. Termasuk dengan menghilangkan adanya pungutan liar (pungli).

Saat disinggung apakah Sri Puryono sosok yang sesuai dengan pribadi Ganjar, dijawab diplomatis. ”Tidak ada yang ideal, ya yang optimal itu (Sri Puryono, Red),” tambahnya.

Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono mengaku cukup plong setelah ditetapkan sebagai Sekda Jateng. Secara pribadi, ia mengaku pasrah apakah dipilih sekda atau tidak. Penetapan sekda ini sekaligus sebagai kado Sri Puryono selama 30 tahun 17 hari menjalani karir PNS. ”Sekarang sudah lego dan plong. Selanjutnya saya harus bekerja untuk Jawa Tengah. Saya juga tidak pernah ngoyak-ngoyak,” katanya.

Selain itu, Sri Puryono bakal memprioritaskan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan RAPBD 2015. Untuk tahun 2015, ia berkeinginan agar jalan di Jawa Tengah sudah halus dan bagus. Hal itu sesuai dengan keinginan Gubernur Ganjar yang sudah mencanangkan sebagai tahun infrastruktur. ”Saya ingin 2015, semua jalan bagus. Sehingga masyarakat bisa menikmatinya,” tambahnya.

Sementara itu, terkait pembahasan RAPBD 2015 yang tinggal dua bulan, menuntut sekda baru bekerja dengan energi ekstra. ”Harus bekerja ekstra, dua bulan waktu yang cukup singkat apalagi untuk merampungkan RAPBD 2015,” kata Ganjar.

Ganjar berharap DPRD Jateng segera menyelesaikan alat kelengkapan dewan agar pembahasan RAPBD bisa segera digodok. ”Saya berharap, semua pihak bisa memaksimalkan dunia IT untuk merampungkan berbagai pekerjaan di Pemprov Jateng,” katanya.

Menyikapi polemik pembahsaan alat kelengkapan dewan di DPRD Jateng, Ganjar yakin, semua bisa diselesaikan cepat. Ia berharap, anggota dewan yang lama dan baru bisa selaras dalam membahas RPBD 2015.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi menegaskan bahwa saat ini sudah merampungkan alat kelengkapan dewan. Ia berjanji akan segera merampungkan masalah pembahasan RAPBD 2015. Secepatnya masalah itu akan diselesaikan dan dibahas dalam rapat paripurna agar prosesnya cepat rampung dan tidak tersandera. (fth/ida/ce1)