Atasi Grogi, Berdoa dan Minum Air Putih

195
M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG
 M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG

M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG

BAGI Brigitta Candra, 18, mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), menyanyi adalah dunia sejak kecil. Bahkan, panggilan menyanyi dari satu pangung ke panggung, sudah menjadi pekerjaan sampingan yang menjanjikan.

Kendati begitu, Brigitta masih suka minder, grogi dan tak percaya diri ketika tampil di depan publik. Apalagi ketika tampil di depan umum dengan tuntutan harus memberikan yang terbaik. ”Saya masih suka grogi saat tampil di panggung. Untuk menghilangkan rasa itu, saya selalu berdoa terlebih dahulu dan banyak meminum air putih,” kata gadis asli Kota Semarang, kepada Radar Semarang, Rabu, (22/10) kemarin.

Menurutnya, bernyanyi di depan orang banyak, yang dilihat tidak hanya penampilan wajah. Tapi harus memberikan suara yang terbaik. ”Penyanyi yang dilihat adalah hasilnya menyanyi. Namun umumnya penonton tidak mau tahu dengan kondisi penyanyi yang kurang sehat dan suaranya jelek. Bahkan, bisa langsung menyoraki dan mencemooh,” ucap gadis yang suka melantunkan tembang Jawa Layang Kangen ini.

Terkait kecintaannya menyanyi, Brigitta termasuk suka melestarikan budaya Jawa. Bahkan, dirinya tidak merasa gengsi tampil di depan penonton membawakan tembang-tembang Jawa. ”Saya kuliahnya mengambil jurusan bahasa Inggris. Namun saya tetap mencintai budaya saya sendiri. Sering saya nyanyi di panggung membawakan lagu Jawa seperti Walang Kekek, Layang Kangen yang diiringi musik rancak, pastinya suasana semakin meriah. Kalau yang berlirik bahasa asing, saya sukanya nyanyi lagu Listen Beyonce,” ucapnya.

Selain kuliah, gadis semester 1 ini juga memiliki kesibukan mengajar anak-anak sekolah Dasar (SD) dan SMP. Namun menuntut kesabaran, lantaran dituntut pandai mempelajari karakter anak. Apalagi les Matematika dan Bahasa Inggris, harus ada variasi candanya. ”Kalau tidak, anak-anak pasti banyak yang bosan. Kalau les olah vokal tentunya tidak begitu susah. Saya juga lebih senang memberikan les privat dengan cara membaur dan bermain supaya tidak jenuh,” pungkas gadis kelahiran 8 September 1996. (mg9/ida/ce1)