PN Eksekusi Rumah Warga

108
Eksekusi - Aparat kepolisian melakukan pengamanan dalam eksekusi rumah di Desa Gedangalas, Kecamatan Gajah, kemarin. (Wahibpribadi/Rase)
Eksekusi - Aparat kepolisian melakukan pengamanan dalam eksekusi rumah di Desa Gedangalas, Kecamatan Gajah, kemarin. (Wahibpribadi/Rase)
Eksekusi – Aparat kepolisian melakukan pengamanan dalam eksekusi rumah di Desa Gedangalas, Kecamatan Gajah, kemarin. (Wahibpribadi/Rase)

DEMAK – Pengadilan Negeri (PN) Demak, kemarin, melakukan eksekusi rumah warga di RT 14 RW 4, Desa Gedangalas, Kecamatan Gajah. Rumah yang dihuni Suharno ini memiliki luas 423 meterpersegi. Pemohon eksekusi adalah Siswanto.

Eksekusi dipimpin Panitera Sekretaris PN Demak Maskin SH dan tim serta didampingi aparat Polres Demak dan Kodim 0716 Demak dengan jumlah 150 personel. Sebelum eksekusi dilakukan, petugas PN Demak membacakan surat eksekusi Nomor 2/Pdt.Eks/2014/PN Dmk tentang pengosongan rumah dihadapan termohon Suharno. Usai pembacaan itu Suharno pun menolak pengosongan rumah tersebut. Akibatnya, Suharno terpaksa dievakuasi aparat yang mengamankan kegiatan eksekusi tersebut.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, pelaksanaan eksekusi bermula ketika sekitar tahun 2012 telah meminjam uang di Bank Danomon Cabang Demak dengan jaminan sebuah sertifikat No 11.09.09.06.1.00711 dengan pinjaman sebesar Rp 200 juta. Namun, karena didalam pelaksanaanya, Suharno tidak mengangsur pinjamanya, maka pihak Bank menyerahkan kepada KPKNL ( Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang ) Semarang untuk di lelang secara umum.

Lelang tersebut kemudian dimenangkan oleh Siswanto yang juga menjadi pemohon eksekusi. “Pihak pemohon pun akhirnya meminta kepada PN Demak untuk melakukan eksekusi pengosongan,”jelasnya. (hib/sas)