NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
MINIMALIS: Para pemain Persiwa Wamena, saat mencoba lapangan Stadion Jatidiri, pagi kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kesan bakal tampil seadanya terlihat jelas ketika Persiwa Wamena melaukan uji coba lapangan Stadion Jatidiri pagi (21/10) kemarin sebelum laga versus PSIS petang (22/10) nanti. Tercatat hanya 11 pemain plus dua pelatih yaitu pelatih kepala, Mahmudiana dan pelatih kiper Abdul Rihman mereka boyong ke Semarang untuk tampil di hadapan publik Jatidiri malam nanti.

“Sebenarnya satu pemain lainnya yaitu pemain asing Yao Rudi Abblode kami bawa ke Semarang. Tapi sampai di Jakarta kemarin dia tertinggal pesawat dan memutuskan untuk tidak ke Semarang,” kata Mahmudiana kemarin.

Sejumlah pemain yang diboyong Persiwa itu adalah pemain-pemain lokal yang masih ‘mau’ menyelesaikan kompetisi kasta kedua di Indonesia. Sementara pemain lain termasuk gelandang senior, Eduard Ivakdalam memutuskan untuk tidak ikut dalam lawatan kali ini. “Pemain lain yang berasal dari luar Wamena sudah kembali ke daerah masing-masing. Jadi kami hanya membawa pemain-pemain yang memang berasal dari Wamena, termasuk kapten Peter Rumaropen,” sambung pelatih asal Malang itu.

Meskipun datang dengan skuad minimalis, Peter Rumaropen ditemui di tempat yang sama kemarin menegaskan, timnya akan tetap memberikan perlawanan yang maksimal untuk tim Mahesa Jenar. “Saat ini kami tidak berfikir bagaimana bisa mencuri poin atas PSIS dengan kondisi tim yang seadanya seperti ini. yang penting kami akan berusaha memberikan penampilan yang terbaik untuk mengimbangi mereka,” terang Peter.

Jika ditilik secara kualitas, 11 pemain yang diboyong Persiwa ke Semarang kali ini juga bukan pemain sembarangan. Persiwa masih memiliki gelandang Liberia Sengbah Kennedy yang menjadi motor tim dari lini tengah.

Pencetak gol ke gawang PSIS di leg pertama lalu, Hobert Robert Elopare termasuk kapten Edison Pieter Romaropen dan mantan pemain timnas Yesaya Desnam. Selain skuad pas-pasan, cuaca panas Kota Semarang juga menjadi kendala bagi penggawa Persiwa. “Tetapi karena besok (hari ini, Red) main malam jadi tidak ada masalah. Dan sekali lagi kami tidak mau menyerah sebelum pertandingan. Apapun kondisinya, kami akan mencoba memberi perlawanan kepada PSIS,” pungkasnya.

Sementara atas ketidakhadiran Persiwa di laga versus PSS Sleman di Stadion Mahsud Wisnusaputra, Kuningan lalu, PT Liga Indonesia akhirnya memberikan sangsi kepada mereka yaitu Persiwa dinyatakan kalah 0-3 atas PSS Sleman dan pengurangan nilai sebanyak tiga poin dari total poin yang telah dikumpulkan Persiwa di babak delapan besar ini. (bas/smu)