NURCHAMIM/RADAR SEMARANG

LAMPION_NURCHAMIM (1)web

RAYAKAN DENGAN LAMPION: Para pelajar dan mahasiswa menyalakan lampion untuk merayakan kemenangan pelantikan Presiden Jokowi-JK di Lapangan Simpang Lima Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Lapangan Simpang Lima kembali dipadati kaum muda Kota Semarang, Senin kemarin (20/10). Ribuan orang berbondong-bondong menyaksikan acara syukuran pelantikan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sekitar 750 lampion dilepas sebagai representasi doa dan harapan masyarakat Semarang kepada pemimpin dan pemerintahan baru.

Acara yang bertajuk Syukuran Rakyat itu digagas oleh Gabungan Relawan Jokowi. Selain lampion, mereka juga menggelar konser musik dan doa bersama. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ikut hadir di tengah-tengah ribuan warga. Keduanya mengenakan baju putih yang merupakan dress code acara yang dimulai pukul 19.00 itu.

Begitu Gubernur dan Wali Kota datang sekitar pukul 19.30, doa bersama pun dimulai. Keduanya duduk bersila bersama ribuan warga yang menyemut di bagian barat lapangan. Tumpeng yang dipotong Ganjar dan Hendi, kemudian diberikan kepada warga.

Setelah itu, dilakukan penerbangan 7 lampion oleh Ganjar, Hendrar dan relawan Jokowi. Angka tersebut menjadi simbol Jokowi yang menjadi Presiden RI ke-7. Begitu 7 lampion dilepas, ratusan lampion lain yang dipegang warga pun dilepaskan. Jadilah langit Simpang Lima dipenuhi lampion.

Ditemui usai acara, Ganjar berpesan perayaan pelantikan disudahi malam ini saja. Selanjutnya, presiden dan wakil presiden harus bekerja dan rakyat akan berada di belakang untuk mendukungnya. ”Syukurannya cukup saya kira, selanjutnya mari dukung presiden baru untuk bekerja,” katanya.
Sepakat dengan Ganjar, Hendrar Prihadi meminta seluruh masyarakat melupakan pertikaian selama pilpres. Pelantikan presiden dan wakil presiden merupakan momentum bagi pemerintah dan rakyat bersatu membangun bangsa.

Sedangkan Wakil Koordinator Relawan Kota Semarang, Sutejo mengatakan acara syukuran dilakukan serentak, mulai dari Jakarta hingga ke berbagai daerah. Yakni, dengan total secara nasional menerbangkan lampion secara nasional yang berjumlah 17.480 lampion. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah kepulauan di Indonesia.

”Sedangkan Kota Semarang mendapat bagian menerbangkan 750 lampion secara serentak yang dilakukan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo didampingi Wali Kota Semarang serta diikuti masyarakat Kota Semarang,” ujarnya. (ric/mg9/ida/ce1)