wahib pribadi/radar semarang
wahib pribadi/radar semarang
wahib pribadi/radar semarang

PEKAT : Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni dan Kasatreskrim Iptu Muh Wafdan Muttaqin saat gelar perkara bersama para tersangka judi di Mapolres Demak. (wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Polres Demak terus melakukan perburuan terhadap para pelaku perjudian di wilayahnya. Dari hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) ini, polisi mengamankan tersangka dari berbagi lokasi kejadian perkara (TKP).

Yaitu, Suwardi, 29, warga kampung Krapyak RT 8 RW 12 Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota. Pelaku ditangkap lantaran diketahui bermain judi dadu di kampung Biji, Kelurahan Betokan. Kemudian, di tempat terpisah, polisi juga menangkap dua tersangka judi remi di Desa Batu, Kecamatan Karangtengah. Yaitu, Rochim, 36, dan Taufik, 21, warga setempat.

Tersangka lainnya, yakni Wagimah, 47, warga Desa Mijen, Kecamatan Mijen. Ia dibekuk ketika main judi togel di rumahnya. Selain itu, menangkap dua tersangka dalam perjudian di sebuah rumah kosong di Desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah. Yakni, Alfian, 31, warga Desa Grogol dan Jarmoyo, 39, warga Desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah. Di wilayah Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, polisi berhasil membekuk dua pelaku

judi jenis qiu qiu. Pelaku bernama Syamsul, 24, warga Desa Blambangan dan Agus Mulyani, 24, warga Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam. Sedangkan, Musyafa dan Jamil, dua tersangka lainnya melarikan diri.

Sementara, di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, petugas mengamankan Mustarom, 33, dan Rohmat, 51, karena terlibat judi kartu remi di pekarangan kosong milik warga setempat. Dalam berbagai kasus perjudian ini, polisi juga menyita barang bukti (BB). Berupa 3 bendel rekap dan uang tunai Rp 229 ribu, 2 buah hp, uang tunai Rp 102 ribu, 3 biji mata dadu, 1 set alat pengocok dadu terbuat dari tempurung (batok) kelapa dan kayu, 2 set kartu remi, uang Rp 248 ribu, alas kardus, 5 lembar tandasan pembelian nomer, 1 kertas atau nota catatan pembelian nomer, 1 bendel buku nota, 1 buah kalkulator, dan lainnya.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho menegaskan, pihaknya terus berupaya memberantas permainan judi tersebut. “Masyarakat merasa resah dengan perjudian ini. Ada pula, pelakunya seorang ibu-ibu. Kita prihatin betul. Karena itu, kita tegakkan hukum sehingga mereka tidak mengulangi lagi,” ujarnya didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni dan Kasatreskrim Iptu Muh Wafdan Muttaqin, kemarin. (hib/ric)