Sistem Online Tekan Keterlambatan Pembayaran

139

PETOMPON – Menekan angka keterlambatan pembayaran tagihan bulanan, PDAM Tirta Moedal Kota Semarang menerapkan sistem online dalam pembayaran rekening air minum, melalui perbankan.

”Program ini terobosan baru untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran dan memberi kesempatan pelanggan supaya tidak mengantre saat bayar setiap bulan,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Semarang, Etty Laksmiwati, di sela peringatan ulang tahun di Kantor PDAM Tirta Moedal Jalan Kelud Raya, Semarang, kemarin (19/10).

Menurut Etty, pembayaran melalui ATM dan internet banking optimis bisa menekan jumlah masyarakat yang terlambat melakukan pembayaran tagihan bulanan. Saat ini keterlambatan masih 10-15 persen, diharapkan nanti akan bisa menjadi 5 persen dari jumlah pelanggan yang ada sekitar 150 ribu. ”Tapi keterlambatan itu dalam 4 sampai 5 hari saja sudah terbayar, karena kebanyakan alasan keterlambatannya karena tidak disengaja yaitu karena lupa,” katanya. Pembayaran itu menjadi alternatif selain layanan melalui kantor pos, kios pembayaran online, dan Kantor Pusat PDAM.

Pembayaran melalui ATM dan internet banking ini juga cukup mudah, pilih menu kemudian ikuti petunjung yang muncul di layar.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada kesempatan itu melakukan pembayaran menggunakan internet bangking Bank BRI untuk melakukan peresmian layanan mudah dan efisien itu. Dia menilai inovasi pembayaran air minum berbasis teknologi tersebut akan memudahkan masyarakat dan menjadi salah satu tindakan nyata PDAM dalam rangka memberikan pelayanan kepada warga Kota Semarang. ”Dalam era teknologi sangat perlu terobosan dan inovasi pada perusahaan daerah, PDAM juga harus lebih terbuka baik secara internal maupun eksternal, demi kemajuan perusahaan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan juga pembentukan forum pelanggan dan penandatanganan business plan PDAM Tirta Moedal. Serta untuk perayaan HUT ke-103 digelar lomba badminton, lomba dangdut, senam masal, turnamen tenis, siraman rohani, bakti sosial, hingga khitanan masal diikuti sebanyak 170 anak. (zal/ce1)