Gaul Pakai Celana Pendek, Mahir Berbahasa Inggris

155
SEDANG PATROLI: Anggota Unit Satuan Polisi Pariwisata Polrestabes Semarang saat melakukan patroli wisata di Kota Semarang. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
SEDANG PATROLI: Anggota Unit Satuan Polisi Pariwisata Polrestabes Semarang saat melakukan patroli wisata di Kota Semarang. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
SEDANG PATROLI: Anggota Unit Satuan Polisi Pariwisata Polrestabes Semarang saat melakukan patroli wisata di Kota Semarang. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

SEDANG PATROLI: Anggota Unit Satuan Polisi Pariwisata Polrestabes Semarang saat melakukan patroli wisata di Kota Semarang. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

Tidak perlu kaget jika suatu ketika berpapasan dengan sejumlah anggota polisi berpenampilan gaul, mengenakan celana pendek, menggenjot sepeda onthel, dilengkapi kacamata hitam dan mahir berbahasa Inggris. Mereka adalah tim unit Patroli Pariwisata Polrestabes Semarang.

ABDUL MUGHIS
DILIHAT dari penampilan, kelompok polisi sangat fresh, bersahabat dengan kostum keren, celana pendek, dilengkapi kacamata hitam dan menaiki sepeda onthel. Mereka adalah anggota Unit Satuan Polisi Pariwisata Polrestabes Semarang, yang tengah melakukan patroli wisata.
Uniknya, sepanjang perjalanan, mereka memang cenderung tebar senyum di atas sepeda onthelnya. Bahkan mereka juga mahir berbahasa Inggris. ”Sedikitnya ada 15 personel polisi pariwisata di bawah naungan Polrestabes Semarang,” kata Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kombes Pol Willer Napitupulu kepada Radar Semarang, kemarin.
Willer menjelaskan bahwa para polisi gaul itu bertugas melakukan patroli sebagai pantauan keamanan pada objek-objek vital di Kota Semarang.
Di antaranya lokasi-lokasi wisata yang menjadi wilayah pantauannya meliputi wisata bahari, gua kreo, wisata air, kebun binatang, Wonderia, Water Blaster, wisata religi seperti Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), dan Sam Poo Kong dan lain-lain.
”Bahkan, tempat-tempat khusus seperti lokalisasi, karaoke, panti pijat, perhotelan, dan sejumlah titik wisata kuliner juga menjadi objek pantauannya,” terang Willer.
Adanya polisi pariwisata ini, katanya, diharapkan bisa membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam membangun dan mengembangkan aset wisata di Kota Semarang. Setiap perjalanan wisata rawan terjadi permasalahan untuk keamanan para wisatawan.
”Peran polisi pariwisata sangat penting dalam segi pengamanan wisatawan, ataupun memberikan pelayanan dan kenyamanan baik dalam perjalanan wisata maupun di objek wisatanya,” ungkapnya.
Atas peran polisi pariwisata, lanjutnya, diharapkan mampu meminimalisasi permasalahan yang dapat merusak citra pariwisata. Misalnya saja wisatawan turun dari kapal sampai ke tempat yang dituju, akan rentan terjadi hal-hal yang mengganggu kenyamanan wisatawan.

”Kami juga mengamankan atau meminimalisasi agar wisatawan tidak menjadi korban kriminalitas. Mari ciptakan Kota Semarang, kondusif, tertib dan aman,” tandasnya. (*/ida/ce1)