Api Hanguskan Pabrik Pengolahan Kayu

173
SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU TAK ADA AIR: Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan sisa-sisa bara yang menghanguskan bangunan oven pengering kayu milik PT Sound Win.
SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU
TAK ADA AIR: Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan sisa-sisa bara yang menghanguskan bangunan oven pengering kayu milik PT Sound Win.
WONOSOBO – Pabrik pengolah kayu PT Sound Win di Jalan Lingkar Selatan tepatnya Desa Wonolelo, Kecamatan Wonosobo, Kamis (16/10) terbakar. Pemicunya diduga karena suhu oven tidak stabil. Api meludeskan dua bangunan pengering kayu.
Kebakaran diketahui pukul 07.00 WIB. Saat itu, para pekerja baru masuk pabrik. Saat membuka oven yang sudah diproses selama satu pekan, tiba-tiba keluar asap disertai api. Saat itulah, api langsung menjalar dan menjilat bangunan di sekitar.
Proses pemadaman api oleh petugas pemadam kebakaran dan tim SAR berlangsung cukup lama karena pabrik tidak mempunyai penampungan air. Petugas terpaksa mengambil air dari Sungai Siantap yang cukup jauh dari lokasi.
Tak hanya itu, upaya menyelamatkan barang berupa kayu olahan juga mengalami kesulitan karena tak ada jalur evakuasi khusus dari dalam ruangan. Para karyawan terpaksa membobol tembok sebelah utara, untuk mengeluarkan barang.
Menurut Kapolsek Wonosobo AKP Widayatno di lokasi, kebakaran diduga dipicu oven yang tidak stabil. Selain itu, ada dua kipas pendingin diketahui dalam kondisi mati. “Tidak ada korban jiwa, karena karyawan baru saja datang untuk mengeluarkan kayu, namun sudah terbakar,” katanya.
Widayatno menyayangkan, perusahaan yang sudah cukup lama beroperasi itu belum memenuhi standar keamanan. Di antaranya tidak mempunyai persediaan air sehingga, proses pemadaman berlangsung lama.
“Beruntung petugas pemadam kebakaran berhasil melokalisir api sehingga hanya di lokasi oven yang terbakar.”
Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Rustamaji menegaskan, pihaknya sudah mengerahkan 3 unit mobil pemadam. Namun, anak buahnya harus mengambil air di lokasi yang cukup jauh. .
Kepala Bidang Perselisihan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Wonosobo Sudiman menegaskan, pihaknya sudah beberapakali menegur pihak perusahaan kayu itu agar memenuhi standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). “Kami terus lakukan pembinaan, memang pabrik itu belum penuhi K3,” katanya. (ali/ton)