Tendang Korban, Rampas Motor

107

KENDAL—Aksi pencurian motor dengan kekerasan (curas) kini semakin meresahkan warga. Terutama pencurian kendaraan bermotor dengan sasarannya pengendara wanita dan anak-anak di tempat sepi.

Hal itu terungkap dari modus curas yang dilakukan Joko Sulistiono alias Momon warga Pucangrejo RT 04 RW 01 Kecamatan Gemuh yang berhasil dicokok penyidik Polres Kendal. Dari pengakuan Joko kepada penyidik, pencurian yang dilakukannya tidak dilakukan seorang diri. Melainkan ada seorang teman yang membantunya. Modus yang digunakan, terlebih dahulu ia bersama temannya bersiaga di jalan-jalan sepi di malam hari. Sasarannya adalah anak dan perempuan karena dianggap lebih mudah untuk dilumpuhkan.

“Jadi ketika melihat target, langsung kami buntuti dari belakang. Setelah memastikan kondisi aman, pengendara kami tendang atau kami hadang. Saat pengendara jatuh itulah, kami membawa kabur motor ataupun barang berharga korban,” katanya, Rabu (15/10) saat diperiksa di penydik Polres Kendal.

Diketahui, Joko alias Momon adalah residivis dalam tindak pidana curas. Ia berhasil ditangkap setelah melakukan curas beberapa kali di sejumlah lokasi. Sementara satu pelaku lainnya yang menjadi partner Joko dalam beraksi kini masih dalam pengejaran penyidik Polres Kendal. Joko mengaku, sudah 10 kali melakukan aksi serupa dan berhasil kabur. Biasanya motor hasil rampasan ia jual kepada seseorang penadah dengan harga Rp 3 juta.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan jika pelaku berhasil dibekuk polisi saat melakukan aksinya. “Dari data yang ada, memang sebelumnya juga spesialis pelaku curanmor. Namun kali ini beraksi dengan modus curas. Bahkan salah satu korbannya, mengalami keguguran setelah ditendang pelaku di wilayah Pageruyung,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, lanjut Fiernando, penyidik berhasil mengamankan dua sepeda motor hasil rampasan yang sudah dipreteli. Saat ini penyidik masih berupaya untuk mengungkap siapa saja jaringan pelaku curas yang beraksi di wilayah Kendal. “Kami masih memburu tersangka lain. Sedangkan pelaku yang sudah kami tangkap akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada saat keluar malam hari. Terutama perempuan karena kerap menjadi sasaran di malam hari. “Jika terpaksa keluar karena urusan kerja lebih baik jangan sendiri,” tambahnya. (bud/ric)