SEMARANG – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Semarang akan menerjunkan enam pemanah pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panahan yang akan berlangsung di Wonogiri, 19-21 Oktober nanti. Mereka yang turun di Kejurprov adalah pemanah hasil seleksi pada kejuaraan kota di Pusat Panahan SMA 1 Semarang beberapa waktu lalu. Mereka terdiri atas tiga putra dan tiga putri yang berlomba pada ronde nasional nomor 30, 40, dan 50 meter.

Persiapan intensif dilakukan pemanah Ibu Kota Jateng di Pusat Panahan. Tiap Selasa, Kamis, dan Minggu berlatih bersama meski di satu sisi Perpani sendiri tak menargetkan muluk-muluk di Wonogiri nanti. ”Kami hanya menginginkan atlet tampil maksimal dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Terus terang, pemanah yang terjun masih minim pengalaman bertanding. Kejurprov nanti, lebih menitik beratkan pada menambah pengalaman dan jam terbang bertanding saja. Namun, target medali tetap ada,” tutur Ketua Umum Perpani Semarang Supriyadi.

Di Kejurprov, pemanah Semarang akan mendapat saingan ketat dari Klaten, Kudus, dan Blora. Tiga daerah tersebut masih menjadi sentra pemanah di Jateng. Selama di kejurprov, pemanah tak sekadar bertanding, tetapi menimba ilmu dari atlet daerah lain yang lebih berpengalaman. ”Progres perkembangan pada latihan sangat bagus. Kami selalu berkoordinasi dengan tim pelatih terkait perkembangan atlet. Akurasi tembakan semakin tajam dan skor mendekati limit yang ditetapkan pelatih. Semoga saja bisa bersaing dan meraih hasil maksimal,” lanjut Ketua DPRD Kota Semarang itu.

Terpisah, Sekretaris Umum Perpani Sigid Widiyanto menambahkan, sekarang ini fokus latihan menitik beratkan pada penjagaan kondisi. Sehingga di Wonogiri nanti, merupakan penampilan puncak pemanahnya. ”Secara umum, atlet Kota Semarang siap tampil di Kejurprov. Meski tak ada target apa-apa, kami berharap ada medali yang bisa dibawa pulang. Persaingan cukup berat, tapi saya yakin anak-anak bisa bersaing. Selain enam pemanah hasil seleksi, kami juga menerjukan sembilan atlet sebagai eksebisi,” pungkas Sigid. (bas/smu)