CEPAT dan tepat dalam menganalisis sangat diperlukan oleh seorang pialang saham. Hal ini yang membuat Nia Chusniatin tertantang untuk menekuni bidang tersebut.

Assistant Business Manager PT Valbury Asia Futures ini mengakui, kali pertama terjun di bidang ini bukanlah hal yang mudah, terlebih untuk dia yang mengaku minim pengalaman. Namun seiring berjalannya waktu, baginya justru kian menarik.

”Gampang-gampang susah memang. Tapi kalau sudah berjalan, sudah bisa mengikuti pergerakan harga, maka untuk menganalisis dan mengambil langkah lebih mudah,” ujar perempuan yang akrab disapa Nia ini.

Menurutnya, analisis yang tepat juga diperlukan karena investasi di bidang ini selain sangat menguntungkan, juga berisiko. Namun karena bisa jual, sekaligus bisa beli, maka risiko bisa diminimalkan.

Tantangan lainnya adalah kesediaan untuk memantau pergerakan harga tiap waktu. Tidak jarang ibu dari satu putra ini harus lembur karena memantau pergerakan.

”Kami ngikutin nasabah maunya diinvestasikan ke mana. Kalau ke mata uang ataupun emas, karena dolar Amerika seringnya bergerak malam, ya malam juga dipantengin,” ujar lulusan Arsitektur Unnes ini.

Namun begitu, ucapnya, semua dikerjakan via online. Selain itu, dikerjakan oleh tim dan tiap pagi selalu ada review. Hal-hal semacam ini yang membuat pekerjaan lebih ringan dengan waktu kerja yang lebih fleksibel. ”Jadi urusan rumah tangga tetap tidak keteteran,” ujarnya.

Hal seru lainnya adalah ketika pialang saham sudah profesional dan memiliki banyak nasabah. ”Semakin banyak nasabah, semakin banyak transaksi, bonus yang kami terima semakin besar,” ujarnya. (dna/ida/ce1)