BALAI KOTA – Pemkot Semarang melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menjamin tidak ada penyimpangan dalam tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diselenggarakan di ruang Muria, Balai Diklat Provinsi Jawa Tengah, Rabu kemarin (15/10).

Tes seleksi berlangsung hingga Senin (20/10) depan. Di hari pertama kemarin, ada 1.999 peserta yang mengikuti tes, 29 di antaranya absen. ”Dari jumlah 7.907 pendaftar lewat online, hanya 6.989 pendaftar yang mengirimkan berkas lamaran. Dari sekian pelamar, hanya 5.218 yang memenuhi syarat,” jelas Ketua Sub Tim Seleksi Administrasi CPNS Mahmudi, kepada Radar Semarang, kemarin.

Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian BKD Kota Semarang itu menjelaskan bahwa tes seleksi berlangsung lancar. Pihaknya mengklaim, tidak ada celah untuk melakukan pelanggaran, seperti perjokian maupun peserta titipan. ”Saya rasa itu sulit sekali, karena semua dicocokkan, mulai dari nomor tes, kartu tes, hingga KTP dicocokan,” katanya.

Dari jumlah pelamar, nantinya hanya akan diambil 75 formasi. Di antaranya 35 formasi untuk guru, 3 dokter, dan 4 bidang. Di antara formasi yang dibutuhkan, Bidang Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Pemkot Semarang menjadi salah satu formasi yang paling diminati Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pemkot sendiri hanya membuka formasi untuk empat orang, namun pelamarnya mencapai 3.500 orang.

Hal itu membuat tingkat persaingan antar pendaftar lolos CPNS sangat ketat. Mahmudi menegaskan, ada satu formasi yakni penyuluh KB yang pendaftarnya sudah mencapai 3.500 orang. ”Padahal formasi yang disediakan hanya 4 orang,” tegasnya.

Sedangkan yang paling sedikit jumlah pendaftarnya formasi medik veteriner atau dokter hewan. ”Formasi yang disediakan satu orang, sementara yang mendaftar ada sebanyak empat orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Mediana Koswara menambahkan, pihaknya akan ikut mengawasi pelaksanaan penerimaan CPNS Tahun 2014 ini. Dari hasil rapat menunjukkan hingga kini prosesnya sudah berjalan. ”Tahun ini lebih ringan tugasnya karena lebih banyak ditangani Pemprov Jateng dan panitia seleksi nasional, seperti lokasi ujian, pelaksanaan ujian dan pengumuman semua yang menentukan pusat,” katanya. (zal/ida/ce1)