Terlambat, Distributor Pupuk akan Dipanggil

209

WONOSOBO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wonosobo akan memanggil PT Pertani (Persero) distributor pupuk subsidi. Pasalnya perusahaan ini mengabaikan peraturan karena terlambat memasok pupuk untuk wilayah Kecamatan Kalibawang, Kepil dan Leksono.
“Kami akan segera lakukan pemanggilan. Akibat tidak tertib, terjadi kekosongan pupuk di tiga kecamatan,” kata Ketua Tim Pengawas Barang Bersubsidi Bidang Perdagangan Disperindag Wonosobo, Oman Yanto kemarin (14/10).
Oman menyebutkan, kekosongan pasokan pupuk untuk gudang lini III yang membawahi distribusi ke pengecer di tiga kecamatan itu, lantaran tidak adanya penebusan pupuk selama bulan Agustus 2014 dari pihak distributor.
“Kami akan panggil, melakukan teguran sekaligus peringatan,”katanya.
Dikatakan, sebagaimana Peraturan Bupati Wonosobo bahwa PT Pertani berkewajiban mendistribusikan pupuk kepada pengecer di 3 wilayah yaitu Kecamatan Kalibawang, Kepil dan Leksono dengan alokasi 72 ton untuk wilayah Kepil, 70 ton wilayah Leksono dan 101 ton untuk wilayah Kalibawang.
“Terjadinya kekosongan ini, diketahui setelah Tim Pengawas Barang Bersubsidi Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan sidak di gudang pengecer di 3 wilayah tersebut,” ungkapnya.
Dari hasil pantauan lapangan, lanjut Oman, tim pengawas menemukan bukti 9 pengecer. Tiga pengecer di Kalibawang yaitu Amor Tani, Berkah Usaha dan Mulya Tani. Di Kecamatan Kepil 2 pengecer yaitu Sarana Tani dan Usaha Tani. Sementara di Kecamatan Leksono menangani 4 pengecer yaitu Moro Tani, UD Kurnia, UD Lancar dan Yasin.
“Dari keterangan para pengecer terjadi kekosongan karena pasokan terlambat,” imbuhnya.
Ditegaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan memiliki kewenangan melakukan pengawasan dan klarifikasi sesuai dengan bab IV pasal 25 ayat (2) dan (3) peraturan tersebut.
“Dengan teguran ini, selain klarifikasi juga sebagai peringatan agar tidak terulang lagi,” pungkasnya. (ali/lis)