BAGI Amira Husna Budi H, 19, mahasiswa semester 3 Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) angkatan 2013, seni dan tradisi harus dipadukan dan dilestarikan. Itu adalah budaya bangsa sendiri.
Karena itulah, meski dirinya mengambil Sastra Perancis dan kesehariannya harus bergelut dengan bahasa-bahasa Eropa, seperti Perancis, Mandarin, Arab dan Inggris, tetap berusaha memadukan dengan budaya bangsa sendiri.
”Untuk selalu menjaga kesenian tradisional, saya memadukan antara musik tradisional dengan bahasa asing,” kata gadis kelahiran Jakarta, 24 April 1995 ini.
Bahkan, katanya, dalam setiap ada kegiatan anak muda, dirinya selalu menyelipkan kesenian daerah. Misalnya dengan musik karawitan dipadukan dengan musik elektro, rapper hip-hop dengan menggunakan bahasa daerah. Bahkan, dirinya kerap menampilkan tarian dan senam aerobic menggunakan musik karawitan dicampur dengan elektro.
”Terkadang saya juga memadukan fashion dengan budaya Indonesia. Meskipun saya menuntut ilmu dalam bahasa asing, namun saya tidak melupakan bahasa sendiri,” pungkas gadis pencinta baju kotak-kotak ini. (mg9/ida/ce1)