KRAPYAK – Tiga pelaku pengeroyokan hingga mengakibatkan tewasnya seorang korban bernama Mohammad Sofwan, 43, warga RT 8 RW 7 Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang awal Juni 2014 lalu, ternyata telah merencanakan aksi pembunuhan tersebut sebelumnya. Perbuatan mereka dilandasi motif dendam lantaran korban sering menebarkan ancaman terhadap keluarga.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan atas perkara tersebut yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (14/10). Ketiga terdakwa adalah Sulistyono, 29, warga Jalan Genuksari, Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang; Susilo Sudantoko, 21, warga Jalan Kauman Baru, Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang; dan Andre Maizal, 19, warga Jalan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

”Kejadian terjadi pada Sabtu (7/6) malam sekitar pukul 20.00. Setelah mendapat laporan warga, kami langsung menuju TKP (tempat kejadian perkara, Red). Korban sudah tergeletak dan kami langsung mengamankan pelaku,” ungkap Sigit Purwanto, salah anggota Polsek Genuk saat diminta menjadi saksi dalam persidangan.

Sigit menceritakan, dari tangan pelaku diamankan pula satu bilah pisau besar yang telah dibungkus koran oleh warga. Sedangkan satu bilah pisau kecil ditemukan di dalam got lantaran sebelumnya dibuang oleh terdakwa. ”Waktu itu warga sudah banyak berkumpul di Poskamling. Agar tidak terjadi hal yang diinginkan, para pelaku langsung kami bawa ke Mapolsek Genuk,” imbuhnya.

Dwi Setyo, saksi lain dari anggota Polsek Genuk menambahkan, setelah berhasil diamankan, baru diketahui bahwa motif pembunuhan tersebut lantaran dendam. Salah satu pelaku Sulistyono, merasa sakit hati dengan korban yang merupakan pacar kakaknya itu sering memaki-maki dan mengancam orang tuanya.

Merasa tidak terima, Sulistyono kemudian mengajak dua rekannya Susilo dan Andre untuk merencanakan pembunuhan. ”Korban diketahui mengalami luka pada leher. Sedangkan lainnya, saya tidak tahu karena langsung ditangani Tim Inafis,” terangnya.

Mendengar keterangan tersebut, ketiga terdakwa tidak membantahnya. Mereka hanya tertunduk lemas mendengarkan apa yang disampaikan para saksi. Sidang kemudian ditunda lantaran satu saksi lainnya tidak hadir. ”Sidang ditunda dan dilanjutkan kembali pekan depan masih dengan pemeriksaan saksi,” ujar hakim ketua Siti Jamzanah sebelum mengakhiri persidangan.

Dalam dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), ketiga terdakwa diancam dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas. Ancaman pidananya hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun. (fai/ida/ce1)