IST Khusna Rofiqoh
IST
Khusna Rofiqoh

Khusna Buat Surat Pengunduran Diri
MUNGKID– Kasus hilangnya teller Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Mendut Kabupaten Magelang Khusna Rofiqoh terus berkembang. Sejumlah saksi menyebutkan jika Khusna dibawa lari oleh sang pacar karena hubungan mereka tak direstui keluarga.
Pacar Khusna disebut-sebut bernama Yohanes, asal Kabupaten Klaten. “Mereka kan pacaran tapi tidak direstui orang tuanya karena perbedaan keyakinan,” kata rekan Khusna yang namanya enggan dikorankan, Selasa (14/10).
Dia sendiri mengaku sangat yakin hilangnya teller berjilbab itu berkaitan dengan persoalan asmara ini. “Infonya (Khusna) sudah kirim surat ke orang tuanya. Tapi ibunya tidak yakin itu surat dikirim Khusna,” katanya.
Supervisor Pelayanan Operasional (SPO) BRI Muntilan S Mumaeni mengaku tidak akan berspekulasi soal hilangnya anak buahnya itu. Dia hanya memastikan jika Khusna juga telah mengirimkan surat pengunduran dirinya. “Dua minggu setelah dilaporkan hilang dia berkirim surat yang isinya pengunduran diri,” katanya.
Surat ketikan komputer tersebut memiliki alat pengirim Dusun Clapar, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang namun stempel pos dari wilayah Kabupaten Klaten. Belum diketahui apakah tanda tangan Khusna dalam surat tersebut asli atau palsu.
Mumaeni mengaku sudah menyampaikan perihal ini ke pihak keluarga Khusna namun mereka tidak mempercayainya. “Tidak ada komunikasi dengan kami sejak dia hilang. Khusna bukan anak yang suka aneh-aneh. Ia bahkan ingin membuatkan saya warung,” kata ibu Khusna Sarwiyanah.
Paman Khusna Muhammad Amir mengatakan polisi bisa melacak keberadaan Khusna melalui surat kepada BRI maupun data komunikasi di ponsel Khusna. Selain itu data transaksi bank melalui rekening milik Khusna juga bisa menjadi petunjuk.
“Jika Khusna pergi atas keinginannya sendiri kami mohon untuk pulang ke rumah. Kasihanilah ibumu yang terus mencari-cari. Namun jika ada yang menculik atau membawa lari kami harapkan segera diantar pulang. Masyarakat yang tahu bisa menghubungi kami,” kata Amir.
Sementara itu, Kasatreskrim AKP Samsu Wirman saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kehilangan seperti disampaikan Sarwiyanah dan pimpinan BRI. Samsu menyatakan polisi akan menindaklanjuti laporan ibu Khusna. “Kasus ini akan kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan,” kata Samsu. Dia belum bisa memastikan adanya unsur penculikan dalam kasus ini.
Sebelumnya diberitakan, Khusna, warga Clapar Desa Ngawen Kecamatan Muntilan dilaporkan hilang. Pihak keluarga menduga Khusna diculik.
Khusna yang bekerja sebagai teller itu tidak diketahui keberadaannya sejak 14 Agustus lalu. Hilangnya sekitar pukul 12.00 siang. Saat itu, dia pamit kepada rekannya hendak salat dan makan siang. Namun hingga jam istirahat selesai, Khusna tidak kunjung kembali bekerja. Rekan-rekannya mengaku tak curiga karena seluruh barang bawaan Khusna seperti tas, dua buah ponsel, dompet dan uang masih tertinggal di kantor BRI Mendut. (vie/ton)