SEMARANG – Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Semarang melakukan penataan kembali dojang anggota dan pembinaan bagi atlet-atlet Kota Semarang. Terdekat, TI Semarang akan mensosialisasikan kurikulum terbaru dalam ujian kenaikan tingkat (UKT) bagi taekwondoin.

”Penataan anggota merupakan hal pertama yang dilakukan pada kepungrusan yang baru ini. Kami mendata kembali dan mendapatkan jumlah dojang yang ada di Kota Semarang secara akurat. Harus diakui, pertumbuhan dojang sekarang ini makin baik. Namun, tak menutup kemungkinan ada pula yang tinggal nama saja tanpa kegiatan,” kata Ketua Umum TI Kota Semarang Markus Wihadjaja.

Di sisi lain, TI Semarang juga ingim mengetahui secara pasti jumlah pelatih yang telah memiliki sertifikasi. Sebab, syarat mutlak untuk menjadi pelatih sebuah dojang telah tersertifikasi.

Hal ini, lanjut Markus, sebagai upaya peningkatan prestasi atlet taekwondo Kota Lumpia di berbagai ajang. Berdasar data terakhir setelah registerasi ulang, ada 14 dojang dan 118 pelatih bersertifikasi.

Pelatih, kata dia, memegang peranan yang besar pada prestasi seorang taekwondoin. Karenanya, seorang pelatih harus menguasai betul materi kepelatihan dan program pembinaan bagi atlet. “Itu semua dibuktikan dengan sertifikasi. Kami juga terus mendorong agar pelatih aktif mengikuti pelatihan atau penataran,” sambungnya.

Wakil Ketua TI Kota Supriyanto menambahkan, selain melakukan pendataan dan registrasi ulang pelatih serta dojang, sekaligus sosialisasi materi ujian kenaikan tingkat yang baru. Dijelaskannya, ada beberapa perubahan terutama pada basik 2 dan 3 di gerakannya. “Sehingga penilaian pada UKT nanti juga berubah. Dengan sosialisasi ini, para taekwondoin di dojang-dojang sudah menguasai dan siap menjalani UKT. Kami mengawali kepada pelatih untuk segera mengajarkan pada anak didik mereka,” paparnya. (bas/smu)