Saat Tepat Beli Properti

151

SEMARANG – Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di bidang properti. Pasalnya, tahun depan harga property diprediksi akan melonjak.

“Kalau mau beli properti, sekarang moment tepatnya. Kalau masih wait and see, nanti malah gigit jari,” tegas praktisi properti, analisis dan advisor investasi Rach Suherman.

Beberapa alasan mendasar diungkapkan, di antaranya adalah isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada pemerintahan mendatang. Hal ini dinilainya akan sangat berpengaruh pada kenaikan harga properti. “Kalau benar setelah satu atau dua bulan pemerintahan Jokowi masuk, kemudian harga BBM naik, itu jelas dapat menaikkan harga properti,” paparnya.

Kemudian, ucap Rach, bila kenaikan harga BBM memberikan kontribusi 1 persen saja pada inflasi nasional, maka hal tersebut dapat mempengaruhi kenaikan harga property antara 8-10 persen. Padahal, kenaikan natural properti per tahunnya antara 10-15 persen. Karena itu, tahun depan dengan varian unit yang sama, harganya bisa naik menjadi 25 persen dari sekarang.

Kenaikan tersebut juga akan berdampak pada daya beli konsumen. Salah satu solusi agar usaha property terus berjalan, bisa jadi pengembang akan mengurangi provit mereka dengan cara redistribusi provit yang diraup antara 2010 – 2013. “Tahun 2010-2013 saya yakin keuntungan di bidang properti ini sangat besar. Jadi jangan ada developer yang mengeluh dengan kurangnya keuntungan di periode tersebut,” jelasnya.

Redistribusi provit, lanjutnya, juga bisa menjadi salah satu upaya untuk menekan perlambatan pertumbuhan property yang diprediksi akan terjadi pada 2014 mendatang. “2010 hingga 2013 pertumbuhan di bidang properti meningkat cukup tajam, dan tahun 2014 diprediksi akan terjadi perlambatan. Salah satunya karena kenaikan BBM juga suku bunga,” ujarnya.

Karena itu agar bisnis properti tidak kembali membal ke bawah, menurutnya diperlukan kreativitas pengembang dalam memberikan diskon, penawaran-penawaran menarik serta varian produk yang lebih banyak dan menarik. (dna/smu)