Kanker Dipicu Pola Hidup

130

SEMARANG TENGAH – Bagi sebagian orang, penyakit kanker merupakan penyakit yang sangat menakutkan lantaran belum ada obat penawarnya. Namun 80 persen, disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.

”Sisanya adalah penyebab yang lain,” tutur Ketua Cancer Information Support Center Semarang, Cahyaning Puji Astuti, yakni wanita yang pernah divonis kanker kelenjar getah bening tipe burkit saat memberikan sedikit motivasi di SMC RS Tlogorejo, Senin (13/10).

Dikatakan dia, siapa pun tidak perlu takut menghadapi kanker. Karena penyakit tersebut dapat disembuhkan dan dicegah. Salah satunya adalah dengan pola hidup yang sehat. ”Menjaga pola hidup itu poin utamanya. Karena nanti pola makan, pola pikir, dan lainnya akan ikut berpengaruh,” katanya.

Penyebab munculnya kanker adalah virus dan makanan. Cahyaning yang akrab disapa Naning menuturkan kanker pada payudara dan servik (dinding rahim) masih menjadi momok utama. Pada kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan saja, namun juga laki-laki.

Saat ini, lanjutnya, pengobatan kanker sudah mengalami kemajuan dengan penelitian-penelitian terbaru. Naning berharap pada siapa pun yang sudah diagnosis harus segera langsung ke pengobatan medis. ”Jangan lama-lama untuk segera berobat dengan cara medis. Setelah itu baru ke alternatif untuk menunjang penyembuh kanker dan menutrisi,” ujarnya.

Dokter spesialis bedah onkologi, Uud Selamat Budiyitno mengungkapkan bahwa dengan menerapkan hidup sehat menjadi senjata ampuh untuk mencegah tumbuhnya sel kanker. Di antaranya olahraga, hindari kegemukan, makan makanan kaya serat dan vitamin, hindari makanan asin, dibakar, dan diawetkan. ”Hindari juga asap rokok, stres, dan jamu-jamu yang tidak jelas,” ungkapnya.

Uud mengimbau pada pasien untuk segera berkonsultasi pada dokter spesialis jika menemukan benjolan pada tubuhnya. Itu dilakukan untuk menghindari parahnya penyakit tersebut dan agar dapat segera mendapatkan penanganan yang benar. (ewb/ida/ce1)