Kacamata Hitam Picu Katarak

134

SEMARANG – Bergaya dengan kacamata hitam, boleh-boleh saja dilakukan. Namun tetap harus memperhatikan kesehatan mata. Pasalnya, kacamata hitam bisa memicu timbulnya penyakit katarak. Terutama kacamata berkualitas murahan, berbahan mika yang beredar di pinggiran jalan.

Dokter spesialis mata dari RSUP Dr Kariadi Semarang, dr Fatimah DN, SpM mengatakan pemakaian kacamata dengan kualitas tidak standar atau murahan sangat berbahaya. Terlebih berwarna hitam, bisa menyerap ultraviolet yang bisa mengakibatkan kerusakan mata.

”Kalau sekadar dipakai untuk menghalau debu, mungkin dampaknya tidak berbahaya. Akan tetapi kalau keseringan memakai kacamata yang berkualitas murahan setiap hari untuk menghalau sinar matahari, bisa merusak mata dan memicu timbulnya penyakit,” jelasnya kepada Radar Semarang, Senin, (13/10) kemarin.

Cahaya matahari bukan hanya terdiri atas cahaya tampak, melainkan gelombang radiasi ultraviolet atau UV-A dan UV-B yang tidak tampak. Kacamata hitam tidak berkualitas atau tidak memiliki filter memudahkan ultraviolet masuk dan bisa muncul redium selaput pterygiuemt atau pertumbuhan pada lapisan luar dengan kata lain bagian putih mata. Pada akhirnya menutupi bagian tengah kornea dan corneal sunburn yang diakibatkan paparan sinar UV-B berlebihan.

”Hendaknya kalau memakai kacamata hitam, pilih yang memiliki filter ultraviolet 40-70 persen. Sebab UV-A dapat merusak saraf pusat penglihatan dan makula, yaitu bagian dari retina yang terletak di bagian belakang mata. Sedangkan UV-B dapat merusak bagian kornea dan lensa. Walau tingkat radiasinya paling rendah, UV-A dalam jangka panjang dapat mengakibatkan katarak,” paparnya.

Lanjutnya, untuk menjaga kesehatan mata yang baik terkait melakukan aktivitas sehari-hari hendaknya batas maksimal 90 menit. Selain itu, untuk jarak pandang beraktivitas atau berhadapan dengan komputer hendaknya bisa berjarak empat kali diagonal ukuran layar.

”Setalah melakukan aktivitas depan komputer selama 90 menit hendaknya dipakai untuk beristirahat dengan cara melihat ke pandangan jauh pada alam terbuka. Selain itu, apabila mata sudah lelah atau terasa ngantuk hendaknya dipakai untuk tidur. Sebab kalau mata itu dipaksakan, bisa menimbulkan astenokia. Penyakit ini memiliki gejala pusing, nyeri di leher, punggung dan kadang terasa mual,” terangnya.

Fatimah menambahkan, dalam menjaga mata supaya tetap sehat, disarankan dengan menambah konsumsi buah segar yang berwarna merah atau oranye yang ada anti oksidannya seperti buah jeruk, apel, wortel, dan tomat. ”Buah ini bisa menangkal radikal bebas ultraviolet. Jadi bagus untuk kesehatan mata,” pungkasnya. (mg9/ida/ce1)