Praktik akuntansi di SMK N 2 Semarang patut diapresiasi. Pasalnya, pihak sekolah melengkapi fasilitas secara maksimal, dengan mendirikan Bank Provita. Seperti apa ?

EKO WAHYU BUDIYANTO

UNTUK memaksimalkan kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan beragam hal. Di antaranya, dengan melengkapi fasilitas penunjang seperti pendirian tempat praktikum. Namun, tidak banyak sekolah di Indonesia, memiliki tempat praktikum seperti yang dimiliki oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Semarang.

Sekolah yang beralamat di Jalan Dr Cipto ini telah menyulap ruang kecil, layaknya kantor perbankan. Bahkan, segala pernak-pernik di ruang tersebut diberi nama Bank Provita. Itulah praktikum yang disediakan sekolah guna menunjang pembelajaran jurusan perbankan.

Asal-muasal Bank Provita muncul karena faktor ketidaksengajaan. Awal mulanya ada praktik simpan pinjam oleh siswa di sekolah tersebut. ”Lama-lama siswa berpikir bagaimana jika dibuat semacam kantor bank. Alhasil ruang ini terwujud,” ujar Kepala Sekolah SMK N 2 Semarang, Edi Drajat kepada Radar Semarang, Senin (13/10).

Laboratorium perbankan itu berdiri sejak 2013 dan hingga kini tetap digunakan oleh siswa jurusan akuntansi. Edi mengatakan anggaran pembuatan kantor Bank Provita sendiri diperoleh dari sisa-sisa anggaran sekolah yang dimiliki oleh SMK N 2. Semua siswa di jurusan tersebut mengaku terbantu dengan berdirinya replika kantor bank. ”Di sini siswa dapat belajar bagaimana menjadi petugas di bank. Mereka dapat mempraktikkan langsung di Bank Provita ini,” ujar kepala sekolah.

Banyak pihak yang penasaran dengan model Bank Provita yang didirikan oleh SMK N 2 Semarang. Tidak hanya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, pihak Bank Dunia pun pernah datang ke SMK N 2 hanya untuk melihat bagaimana bentuk dan pembelajaran menggunakan Bank Provita tersebut.

Secara kebetulan, pada hari tersebut dua orang dari Market Led Solution for Financial Services, Grace Njoroge dan Head of The Helix Institute of Digital Finance, Kimathi Githachuri dari negara Kenya menyempatkan datang langsung ke sekolah tersebut.

Grace mengaku apa yang dilakukan oleh SMK N 2 merupakan hal yang sangat unik dan patut diapresiasi. ”Ini sangat menarik. Dari seluruh sekolah yang pernah saya kunjungi, ini merupakan satu-satunya di Indonesia,” ujar Grace.
Kimathi yang melihat langsung kondisi Bank Provita mengatakan, sekolah-sekolah lain yang memiliki basic jurusan akuntansi dan ekonomi harus memiliki replika perbankan. ”Ini haruslah dicontoh oleh SMK-SMK lain di Indonesia.

Karena pembelajaran, jika tidak diikuti dengan fasilitas yang menunjang, kurang maksimal,” kata Kimathi.
Tidak berbeda dengan kantor perbankan, di tempat tersebut juga ada teller, kepala perbankan dan juga satpam yang memang dibuat sebagaimana keadaan kantor bank. (*/ida/ce1)