Meski sudah memiliki darah bisnis dari keluarga, namun jatuh bangun sudah biasa dialami Witdyaningsih. Bukannya patah arang, justru semakin termotivasi untuk lebih maju lagi. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

WITDYANINGSIH, 35, sebenarnya sosok yang multitalenta. Semasa gadis sekitar tahun 1998-2005, dia adalah penyanyi jazz dan sempat menjadi home band di Hotel Grand Candi Semarang. Namun darah bisnisnya, tak bisa dipadamkan begitu saja. ”Bakat bisnis saya, turunan. Orang tua saya punya bisnis kuliner nasi pecel dan nasi gudeg di Jalan Mataram bernama Gudeg Abimanyu,” tutur ibu tiga anak yang intim disapa Witdya ini.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Witdya akhirnya mengawali bisnis di bidang kuliner juga. Tepatnya pada 2013 lalu, sempat membuka Restoran Joglo 69 di daerah Tembalang. Namun usahanya gulung tikar dalam waktu yang singkat, lantaran sepi pengunjung.

”Sebenarnya, ini adalah restoran impian saya. Namun dari bisnis ini, banyak hal terjadi, jadi banyak ceritanya di situ. Hingga akhirnya, semua uang investor saya kembalikan. Restoran itu dibuka pada 1 Januari 2013 dan ditutup tepat pada 31 Januari,” kenangnya sambil berkaca-kaca.

Meski begitu, Witdya tak patah arang. Ia kembali mencoba membuka restoran dengan nama yang sama yakni Joglo 69 Resto di Jalan Hasanudin Nomor G7B Semarang beberapa waktu lalu. Bahkan, ia merintis usahanya dari nol.

”Kalau menyerah berarti kita kalah. Saya berusaha tetap kuat dan bisa melewati rintangan yang ada. Motivasi dan dukungan selalu ada dari keluarga dan teman-teman terdekat hingga membuat saya menjadi wanita yang kuat,” tegas perempuan yang beberapa kali tergabung dengan band lokal seperti band Golden Fish, BBQ Matahari, Brilliant band, dan Artistik band ini.

Ia kini berinisiatif mengembangkan usaha kuliner lain dengan konsep yang berbeda. Saat ini dirinya masih mencari investor untuk merealisasikan cita-cita barunya itu. ”Saya ingin punya tempat nongkrong yang asyik dengan konsep simpel dan menawarkan menu Jawa. Kesulitannya adalah mencari investor yang benar-benar sehati, satu visi dan kuat dalam menghadapi rintangan di dunia binsis,” timpalnya.

Selain bisnis kuliner, Witdya mengaku memiliki bisnis lain berupa rental mobil yang bisa dibilang cukup maju. Lagi-lagi bakat dari keluarga lah yang membuatnya mantap menggeluti bisnis di bidang transportasi. ”Paman saya seorang pengusaha bus. Beliau adalah salah satu yang mendukung saya. Dan saya ingin buktikan bahwa saya bisa sukses seperti beliau,” harapnya.

Target ke depan, Witdya yang sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) sudah piawai menyanyi ini, mengaku ingin kembali terjun ke dunia tarik suara yang sempat membuatnya tenar. ”Saya ingin membuat album Bosanova Jawa lagi. Hitung-hitung nguri-uri budaya yang saat ini banyak dilupakan para generasi muda,” katanya.

Sebelumnya, Witdya sudah memiliki album rekaman Tembang Jawa di tahun 2003. ”Banyak tembang yang sudah saya nyanyikan. Di antaranya, Lingsir Wengi, Kasmaran dan Lingsi Trisno. Total ada 6 lagu yang saya nyanyikan, dari 10 lagu yang ada. Semua dengan genre Bosanova Jawa,” ungkapnya. (*/ida/ce1)