KARANG KIDUL — Ratusan masyarakat Kota Semarang sangat antusias menjajal kendaraan tempur TNI Angkatan Darat (AD) terbaru buatan Jerman, 4 unit tank Leopard dan 2 unit tank M113, Minggu kemarin (12/10). Tidak hanya anak-anak, remaja, tapi para orang tua juga turut berebut naik. Mereka dibantu oleh anggota TNI. Kemudian, 6 unit tank yang dipenuhi warga tersebut, berjalan perlahan melewati Jalan Pandanaran menuju Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang dan Jalan Pahlawan.

Salah seorang warga Semarang, Puput Adriani, 18, mengaku senang bisa naik tank milik TNI AD. ”Sebelumnya hanya bisa melihat melalui media massa, tetapi sekarang bisa benar-benar naik,” akunya.

Bahkan ketika berada di Simpang Lima, Puput bersama dengan rekannya berusaha mendekat. Ketika berhenti di Jalan Pahlawan, baru bisa melihat dan naik di atasnya. ”Ada perasaan bangga, karena bisa naik tank milik TNI AD,” katanya.

Warga lainnya, Indarti, 34, bersama dengan suami dan anaknya, Zika, ikut naik ke atas tank. Mereka langsung mengabadikan momen tersebut dengan menggunakan ponsel miliknya. ”Ini merupakan kesempatan langka, sehingga perlu diabadikan melalui kamera,” aku Indarti.

Selain masyarakat, Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Ibnu Darmawan, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, dan Dandim 0733BS/Semarang Letkol Inf Mohammad Taufiq Zega juga bergabung mencoba naik tank dengan berat 60 ton tersebut.

Arak-arakan 6 kendaraan tempur di pusat Kota Semarang ini merupakan rangkaian gelaran road show Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) dalam rangka HUT TNI ke-69 ke berbagai kota besar, seperti Jogjakarta, Solo dan Semarang. Sebelum akhirnya dikembalikan ke masing-masing home base di Bandung dan Jakarta.

”Sebelumnya rombongan tank tersebut berada di Solo dan Jogjakarta. Kegiatan ini dalam rangka road show dari Surabaya sebelum kembali ke Jakarta. Dan antusiasme warga sangat luar biasa sekali,” kata Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Arh Elphis Rudy.

Sementara itu, keunggulan tank Leopard jenis terbaru yang dimiliki Indonesia ini memiliki kaliber kanon 120 milimeter, dengan berat tank hingga 68 ton. Namun Leopard jenis ini tidak merusak aspal jalan karena rantai tumpuan rodanya dilapisi dengan karet yang aman buat kondisi jalan beraspal. Selain itu, daya jangkau tembakannya efektif sampai 4.000 meter dan jarak mencapai 8.000 meter.

”Tank leopard ini tidak hanya di darat. Tapi bisa mengarungi sungai dengan kedalaman 3-7 meter. Bisa di semua area medan tempur,” ujar Kapendam.

Di Indonesia, jumlah tank Leopard hanya 24 unit. Namun dalam road show kali ini, hanya diturunkan 4 unit. ”Road show ini untuk motivasi prajurit agar semakin teguh mempertahankan NKRI. Rangkaian HUT TNI ini sebagai ajang melakukan pembenahan internal prajurit agar senantiasa berlaku profesional di mana pun berada,” ucapnya. (hid/ida)