MANYARAN – Ratusan umat Tempat Ibadah Tri Dharma (Budha, Tao dan Konghucu) menggelar upacara peringatan Hari yang Suci Kwan Se Im Po Sat atau Dewi Welas Asih saat meninggalkan duniawi, Sabtu (11/10) malam. Para umat tampak khusyuk mengikuti prosesi tersebut hingga dini hari.

Ritual dipimpin oleh Pandita Dhamma Amaro dari Low Lie Bio dengan membaca parita suci, puja-puji untuk Dewa-Dewi dan doa khusus untuk bangsa dan negara di depan altar. Sembahyang bersama tersebut berlangsung sekitar satu jam dan sebelum prosesi berakhir dilakukan Pradasikna yaitu berkeliling altar tiga kali sambil memberi hormat kepada para Dewa-Dewi di kelenteng tersebut. Sementara umat yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Semarang melainnya dari luar Jawa Tengah.

”Kami memperingati Hari Yang Suci Kwan Se Im Po Sat meninggalkan duniawi karena untuk meneladani sifat kasihnya terhadap manusia. Meski sudah menjadi Bodhisatva, Dewi Welas Asih tetap tidak mau berdiam diri di alam Sukawati (alam Dewa Dewi) tetapi lebih mengutamakan menolong umat manusia di bumi ini,”’ jelas Ketua Umum Yayasan Kelenteng Kebun Jeruk, Indra Satya usai ritual.

Indra menambahkan, dengan terus belajar dari keteladanan Dewi Welas Asih ini diharapkan umat tidak terjerumus nafsu keduniawian yang sering membuat manusia menjadi egois. Tak lupa, umat juga mendoakan untuk pemimpin bangsa yang baru terpilih serta para wakil rakyat agar dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan apa yang dikehendaki rakyat banyak. ”Dewi Welas Asih ini memberi teladan bagi umat untuk mengasihi sesama manusia. Kami harapkan presiden dan wakil presiden yang terpilih juga dapat memberi tauladan dan mengasihi, agar rakyat menjadi makmur,” tandasnya. (dit/zal/ce1)