Tunggu Sekda, Pemprov Tata SOTK

152
KURBAN PDIP : Wagub Jateng yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Heru Sudjatmoko saat secara simbolis melakukan penyembelihan sapi kurban di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky fitriyanto/radar semarang)
KURBAN PDIP : Wagub Jateng yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Heru Sudjatmoko saat secara simbolis melakukan penyembelihan sapi kurban di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky fitriyanto/radar semarang)
KURBAN PDIP : Wagub Jateng yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Heru Sudjatmoko saat secara simbolis melakukan penyembelihan sapi kurban di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky fitriyanto/radar semarang)

PEDURUNGAN – Pemprov Jateng berharap nama penetapan Sekda Jateng definitif sudah bisa turun sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru pada 20 Oktober nanti. Sembari menunggu Surat Keputusan (SK) dari pemerintah pusat tersebut, pemprov kini sedang mengevaluasi struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) agar kinerja kelembagaan menjadi lebih efektif dan efisien.
Wagub Jateng Heru Sudjatmoko mengatakan proses seleksi ter­buka calon Sekda Jateng di tingkat pemprov sudah selesai, kini tinggal proses di pemerintah pusat. Dia berharap keputusan pusat turun secepatnya karena kekosongan jabatan Sekda di pemprov Jateng sudah cukup lama. Heru juga berharap nama Sekda sudah turun sebelum pelantikan Jokowi-JK 20 Oktober nanti.
“Mudah-mudahan sudah ditandatangani Presiden SBY, kalau belum semoga masih ada kesempatan untuk menandatangani keputusan pengangkatan Sekda Jateng, sehingga tidak perlu sampai ke pemerintahan baru,” ujarnya di sela menghadiri acara penyembelihan hewan kurban di Panti Marhaenis, kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Minggu (5/10).
Meski begitu, seandainya hingga pelantikan Presiden dan Wapres baru keputusan belum turun, dia yakin pemerintahan baru akan memberikan respon lebih cepat. Dalam komunikasi terakhir dengan pusat lanjutnya, nama Sekda belum ditandatangani SBY karena sibuk melakukan kunjungan ke luar negeri.
Dia menambahkan, sembari menunggu Sekda baru, pihaknya tengah melakukan evaluasi SOTK. Evaluasi dilakukan bekerjasama dengan UGM dan Undip. “Ini dalam rangka bagaimana kelembagaan pemprov lebih sesuai sehingga bisa menjalankan, melaksanakan, dan mewujudkan visi misi Gubernur yang waktunya tinggal 4 tahun,” kata Heru yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng ini.
Evaluasi tersebut dilakukan agar anggaran daerah tidak terlalu banyak dan lebih efisien dalam membiayai belanja aparatur. Dengan begitu, belanja publik bisa ditambah, termasuk untuk membangun prasarana jalan. Hasil kajian para akademisi tersebut selanjutnya akan dibawa ke tim yang diketuai Plt Sekda Jateng Sri Puryono, sementara dirinya dan Gubernur Ganjar Pranowo menjadi pengarah. “Ini kita lakukan sambil mengintip regulasi di pusat terkait UU Pemda,” ungkapnya.
DPD PDI Perjuangan Jateng sendiri kemarin mengurbank­an 6 sapi dan 3 kambing pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Jateng Ali Ahsun mengatakan sebanyak 6 sapi tersebut 3 diantaranya disumbangkan oleh Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jateng, 1 ekor sapi dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, 1 ekor dari Wagub Jateng Heru Sudjatmoko, dan seekor lagi dari anggota DPRD Jateng Alwin Basri serta Asfirla Harisanto. “Paket daging kurban langsung dibagikan kepada warga yang membutuhkan,” katanya. (ric/zal)