SEMARANG UTARA – Rumah kos yang terletak di Jalan Purwogondo Gang II, Semarang Utara, mendadak mencekam. Sejumlah polisi berpakaian preman mengepung rumah yang dijadikan hunian kawanan perampok.
Tiga pria yang didapati sedang pesta sabu, tak berkutik saat Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang pimpinan Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono dan Panit II Resmob, Aiptu Janadi, merangsek masuk menyergapnya.
Tentu saja suasana pesta itu berubah menegangkan. Para tersangka kasus perampokan itu berusaha kabur dan melakukan perlawanan. Tembakan peringatan pun tak digubris, hingga akhirnya polisi melumpuhkan para penjahat tersebut dengan timah panas mengenai kaki.
Para tersangka masing-masing; Dedi Irawan, 36, warga Desa Geneng RT 3 RW 3, Demak; Dyan Muhammad Syahmapage, 25, warga Kebonharjo RT 9 RW 5, Semarang Utara, dan Hendrik Sanjaya, 19, warga Kebonharjo RT 5 RW 8, Semarang Utara.
Mereka adalah kawanan pelaku perampokan sadis yang beraksi di 13 lokasi di Kota Semarang. Tiga pelaku ditangkap saat sedang pesta sabu di kos tersebut. Sedangkan tersangka Agil Kismiyanto alias Antok, 27, warga Tambaksari RT 5/RW 4, Semarang Timur, ditangkap beberapa waktu sebelumnya secara terpisah.
”Tiga tersangka ditangkap sekitar pukul 02.30. Mereka digerebek saat sedang asyik mengisap sabu,” ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto, Kamis (2/10).
Saat digerebek, lanjut Wika, mereka berusaha melarikan diri hingga akhirnya petugas terpaksa menembak mengenai kaki ketiga tersangka. Kawanan tersebut telah menjadi target operasi dan dikenal sangat berbahaya. ”Mereka ini beraksi di 13 tempat kejadian perkara di wilayah hukum Polrestabes Semarang,” kata Wika.
Keberadaan para tersangka terendus polisi atas pengembangan dari keterangan tersangka Agil Kismiyanto, yang telah diringkus sebelumnya. Para tersangka terakhir beraksi di Kampung Pesantren, Semarang Tengah, Selasa (30/9) lalu. Ketiganya mencuri motor Suzuki Satria FU H-4535-JF milik korban, Bambang Sulistyo, 35, menggunakan kunci L.
Selain itu, komplotan ini beraksi sadis membawa senjata tajam di dekat jembatan Bangetayu. ”Saat itu korbannya merupakan wanita yang sedang perjalanan dari rumah sakit,” imbuhnya.
Tersangka Dedi mengaku hanya membantu teman-temannya. ”Kos saya dijadikan tempat berkumpul dan untuk menyimpan barang hasil pencurian,” ujarnya.
Dikatakan Dedi, otak utama dalam kelompok tersebut adalah Agil Kismiyanto alias Antok. Dijelaskannya, motor hasil curian tersebut dijual Rp 2,7 juta kepada Hendrik Sanjaya, yang saat ini masih buron. Dia juga mengelak membawa golok. ”Kalau golok itu miliknya Dian,” katanya.
Antok sendiri mengakui telah melakukan kejahatan di sejumlah tempat. Di antaranya di daerah Kampung Kali. Hingga petang kemarin, para tersangka telah mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Penyidik masih menunggu para tersangka kembali normal, karena masih terpengaruh sabu.
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya sejumlah kunci L, satu motor curian, serta dua motor milik pelaku yakni Honda Beat dan Yamaha Mio. Selain itu juga diamankan sebanyak empat alat pengisap sabu dari botol air mineral.
Para tersangka sementara dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Besar kemungkinan, mereka bakal terjerat pasal lain terkait narkoba. Mengingat ketiganya juga tertangkap tangan pesta sabu. (mg5/ida/ce1)