TEMANGGUNG—Sekitar sembilan siswa SMK Ganesha Kedu, kemarin, menyerang siswa SMK NU Kedu. Penyerang membawa gear sepeda motor, sabuk, dan diduga membawa senjata tajam lainnya.
Akibat serangan itu, tiga pelajar mengalami luka. Sedangkan tiga pelajar lain yang diduga sebagai pelaku penyerangan, kini diamankan petugas Polsek kedu.
Tiga pelajar yang diamankan adalah UH dan TM dari SMK Ganesha. Polisi juga mengamankan satu pemuda, yakni Zamroni, rekan UH. Zamroni diketahui pemuda putus sekolah. Sedangkan tiga pelajar yang menjadi korban adalah Muhammad Khoirun, Muhammad Arif Kurniawan dan Miftahul Khoiri.
“Benar bahwa kami mendapatkan laporan terjadi perkelahian, lalu kami tinjau ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Dari hasil penindakan kami, tiga orang telah kami amankan untuk dimintai keterangan. Saat ini berada di Polsek Kedu,” kata Kapolsek Kedu, AKP Setyo Budiono.
Setyo mengatakan, awalnya, sejumlah siswa SMK Ganesha Kedu hendak menonton Festival Anak di Alun-Alun Temanggung. Namun, di tengah jalan, saat melewati SMK NU, mereka melihat sejumlah siswa SMK NU hendak masuk ke sekolah, setelah jam istirahat hampir berakhir. Tiba-tiba, salah seorang dari rombongan SMK Ganesha, menantang berkelahi.
“Tanpa diketahui sebabnya, siswa SMK NU dikejar dan dipukuli. Siswa SMK Ganesha membawa gear dan sabuk. Ada tiga orang yang terkena sabetan itu. Sementara yang melakukan pemukulan sebanyak tiga orang telah kami amankan,” katanya.
Salah seorang pelajar yang diamankan polisi, UH justru mengaku tidak tahu menahu tentang sebab perkelahian. Siswa kelas XI ini hanya ikut teman-temannya berkelahi atas nama solidaritas.
Ia mengaku bersama 10 rekannya. Yakni, Di, Ma, La, Hen, Her, Ru, Ah, Ri, dan Zamroni. “Kalau Zamroni memang mau berangkat kerja, lalu saya panggil untuk ikut,” aku UH.
Ia mengaku sengaja membawa gear dari rumah. Ia siapkan senjata khas tawuran untuk berjaga-jaga dari ancaman serangan siswa SMK Dokter Sutomo Temanggung, yang menjadi musuh bebuyutan. “Saya pernah dicegat dulu. Lalu saya bawa gear buat jaga-jaga kalau terjadi sesuatu.”
Kepala SMK NU Temanggung, M Said Daud mengatakan, siswanya tidak tahu menahu tentang serangan tersebut. Menurut Said, hal itu bukan tawuran, melainkan serangan dari SMK Ganesha kepada para siswanya. “Dulu mereka juga sudah menulisi tembok sekolah kami dengan pilox dengan tulisan X Ganas. Kami tidak punya masalah dengan mereka.”
Camat Kedu Djoko Prastija mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya bersama seluruh muspika, akan menggelar sosialisasi tentang antisipasi kenakalan remaja ke sekolah-sekolah. Tujuannya, agar tidak terjadi tindak perkelahian masal. “Sudah dua kali terjadi. Nanti kita akan masuk ke sekolah untuk memberikan pembinaan khusus,” tandasnya. (zah/isk)