Polres Kejar Pengeroyok Mandor PLTU

121

BATANG—Jajaran Polres Batang terus melakukan pengejaran terhadap dua dari empat pelaku pembunuhan mandor PLTU. Dua pelaku pembunuhan, Agus, 20, dan Slamet Santoso, 20, alias Atok, warga Desa Depok, Kecamatan Kandeman, sudah ditangkap.
Kasubag Humas Polres Batang AKP Machsus mengatakan, dua pelaku berhasil ditangkap dan dua pelaku lain masih dalam pengejaran. “Tapi kami sudah mengantongi identitasnya, ZL, 24, dan EK, 20,” terangnya, kemarin.
Machsus menambahkan, penganiayaan berujung tewasnya korban itu diawali dengan pemalakan. Para pelaku dalam pengaruh minuman keras merasa marah lantaran tidak diberi uang oleh korban. “Para pelakunya mabuk kemudian melakukan pemalakan, karena tidak dikasih para pelaku marah dan kemudian mengeroyok korban,” jelasnya.
Hasil visum dokter RS Qim, ungkap Machsus, korban Mandala mengalami sejumlah luka parah di kepala. Yakni luka robek dibelakang telinga kanan sepanjang 4 cm dengan kedalaman 2 cm, luka di kepala bagian belakang dengan panjang 5 cm, luka robek di pelipis sepanjang 3 cm dan luka di telinga kanan 0,5 cm.
Selain itu juga mengalami luka crepitasi di jari tangan kanan dan pendarahan dari telinga kanan. “Untuk korban Abadi mengalami luka robek di bibir atas sebanyak 6 jahitan dan memar pada lengan kanan atas,” imbuhnya.
Sementara itu, tersangka Atok mengaku, dirinya hanya ikut – ikutan setelah melihat dua temannya yang lain berkelahi dengan para pekerja proyek tersebut. “Saya tidak malak, mungkin ZL atau EK. Saya tahunya teman saya berantem kemudian saya membantu,” ungkap pemuda yang memiliki tato Squidward, tokoh dalam dalam film kartun Spongebob.
Akibat terpengaruh minuman keras, Atok dengan ganas menghajar korban menggunakan batu. Batu berukuran lebih dari genggaman tangan itu dihantamkan berkali ulang tepat di kepala korban (Mandala,red). “Iya, saya memang memukulkan batu di kepalanya (korban,red) tapi saya lupa berapa kali,” ungkapnya.
Hal sama diungkapkan tersangka lainnya, Agus. Ia juga mengaku hanya membantu temannya yang berkelahi. Menurutnya, sebelum ke lokasi kejadian, mereka berempat memang menenggak minuman keras. “Awalnya minum bir, lalu beli tiga botol AO (Anggur cap Orangtua),” terang Agus.,
Dua tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Batang. Mereka dikenai Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Hingga kemarin, korban Abadi masih dirawat intensif di ICU RS QIM Batang. Sedangkan jenasah korban Mandala dipulangkan ke rumah duka di Blitar, Jawa Timur.
Sebagaimana diketahui, pelaksana proyek PT Waskita Karya, Septian Stiya Mandala, 34, tewas setelah dikeroyok empat pemabuk yang sebelumnya meminta uang rokok. (mg8/sas)