KENDAL—Diduga akibatnya suhu yang panas akibat kemarau, satu ruang gudang sekolah milik Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Selamat terbakar, kemarin. Gudang yang berisi arsip dan buku – buku tersebut ludes terbakar.
Kejadian tersebut kali pertama diketahui oleh salah seorang siswa Yayasan Ponpes Modern Selamat yang mengetahui ada kumpulan asap keluar dari ventilasi gudang. Hal itu kemudian dilaporkan kepada pengurus dan guru.
Setelah dibuka ternyata ternyata api sudah berkobar dan membakar seisi gudang. Guru dan murid kemudian bergotong – royong memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Karena khawatir merembet ke gedung lainnya, pihak sekolah kemudian meminta bantuan mobil pemadam kebakaran (damkar). Mengingat gudang tersebut berada di sisi pojok gedung aula sekaligus berdekatan dengan bangunan sekolah lainnya.
Komandan Regu Damkar, Ba­dan Penanggulangan Bencana Da­erah (BPBD) Kendal, Surito mengatakan, jika dia dan timnya langsung menuju lokasi. “Agak terlambat memang datang karena kondisi jalan ada penyempitan, tapi api segera dapat kami padamkan,” tuturnya, Rabu (1/10) kemarin.
Ia mengatakan akibat kebarakan seluruh isi gudang hampir 80 persen tebakar seluruhnya. “Ada dua mobil pemadam kami datangkan, dan api sudah padam sebelum menjalar ke gedung lainnya,” jelasnya.
Pembina Yayasan Wakaf Selamat Rahayu, Sulistyowati mengatakan, penyebab kebakaran diduga akibat musim kemarau yang membuat ruang panas. Sebab kondisi gudang yang berisi arsip dan buku-buku tersebut selalu tertutup.
“Kalau arus listrik, kayaknya tidak karena ruang tersebut jarang digunakan. Mungkin karena ruang panas dan didalam ada bensin, jadi terbakar. Tapi sudah bisa diatasi seluruhnya dan tidak sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar dikelas,” katanya.
Kasus ini masih ditangani Polsek Patebon. Pihak kepolisian sudah meminta keterangan dari para guru dan saksi mata yang melihat kejadian. Hal itu untuk mengetahui penyebab terjadinya kebarakan yang menimpa salah satu sekolah swasta favorit di Kendal tersebut. (bud/sas)