Ditangkap saat Hendak Nyantri

173
MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU TENANG : Hendri, pelaku pembunuhan terhadap istrinya dikeler petugas Polres Magelang, usai melarikan diri hingga Pasuruan Jawa Timur, kemarin.
MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU
TENANG : Hendri, pelaku pembunuhan terhadap istrinya dikeler petugas Polres Magelang, usai melarikan diri hingga Pasuruan Jawa Timur, kemarin.

Pelaku Pembunuh Istrinya Sendiri
MUNGKID—Polisi akhirnya menangkap pembunuh Rina Aprilia, 24, warga Dusun Rejosari III Desa/Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Seperti sudah diduga sebelumnya, pelaku tak lain adalah suami korban: Hendri Bayu Irawan, 25.
Hendri ditangkap dalam pelariannya menuju Pulau Bali. “Pelaku kita amankan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sesaat setelah singgah di sebuah pondok pesantren,” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono, kemarin.
Sejak awal, polisi sudah mencurigai Hendri sebagai pelaku pembunuhan sadis tersebut. Sebab, usai kejadian, pelaku mendadak kabur.
“Tim Buser telah melacak keberadaan pelaku sejak melarikan diri dari rumah. Kita lakukan pengejaran dan berhasil ditangkap di Pasuruan, saat hendak menuju ke Bali,” kata AKBP Murbani didampingi Kasat Reskrim, AKP Samsu Wirman.
AKP Samsu menambahkan, latar belakang kasus pembunuhan murni masalah rumah tangga. Pasangan muda itu sudah pisah ranjang sekitar satu bulan.
Ibu korban menghendaki keduanya bercerai, karena pelaku tak punya pekerjaan tetap. Sementara pelaku bersikukuh tak mau dipisahkan.
Di masa pisah ranjang, keduanya dekat dengan pria dan perempuan idaman lain (PIL dan WIL). Malam sebelum kejadian, pelaku mendengarkan sang istri ngobrol mesra dengan pria lain melalui handphone. “Jadi, selama setengah jam, pelaku mendengarkan percakapan itu dari luar rumah,” katanya.
Naik pitam, pelaku kemudian menggedor-gedor pintu rumah korban. Setelah berhasil masuk, dia mencecar sang istri, dengan pertanyaan seputar perselingkuhannya. “Karena emosi, pelaku lantas mencekik leher korban hingga tewas,” kata Samsu.
Usai membunuh, korban meninggalkan rumah. Ia menuju ke rumah temannya, Azis. Oleh pelaku, Azis diminta mengantarkan ke rumahnya di Ngabean, Kecamatan Secang. “Di rumah, dia pamit kepada orang tuanya hendak pergi ke Bekasi untuk bekerja,” katanya.
Pelaku kemudian diantar rekannya menuju Banyumanik Semarang. Sebelumnya, dia sempat berpamitan dengan pacarnya, Deni Mikasari, warga Pringsurat, Temanggung. “Dari Banyumanik dia naik taksi menuju Terminal Terboyo, kemudian naik bus menuju Surabaya,” terang Samsu.
Di tengah jalan, pelaku berubah pikiran. Ia berkeinginan untuk memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren. Awalnya, dia ingin bersembunyi dan menjalani pertobatan di sana. “Dia sempat singgah di pondok pesantren, sebelum akhirnya kita tangkap,” tambah dia.
Pelaku kemudian dikeler oleh Tim Buser menuju Polres Magelang. Pukul 15.00 kemarin, pelaku dijebloskan di sel Mapolres. Bersama tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, uang Rp 5 juta, perhiasan, dan handphone. Semua barang yang diambil masih utuh. “Kita masih melakukan pemeriksaan secara intensif,” ungkap Samsu. Pelaku terancam 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan dan pasal 44 KUHP UU KDRT. Ancamannya, pidana 15 tahun penjara. (vie/isk)