Sayang, Sirkuit Tak Terurus

209
LINTASAN BURUK: Salah satu peslalom saat bermanuver dalam Kejuaraan Nasional Slalom Indonesia Night City Slalom (INSC) seri 3 di Sirkuit Tawang Mas, Semarang, Sabtu (20/9) malam. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
LINTASAN BURUK: Salah satu peslalom saat bermanuver dalam Kejuaraan Nasional Slalom Indonesia Night City Slalom (INSC) seri 3 di Sirkuit Tawang Mas, Semarang, Sabtu (20/9) malam. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
LINTASAN BURUK: Salah satu peslalom saat bermanuver dalam Kejuaraan Nasional Slalom Indonesia Night City Slalom (INSC) seri 3 di Sirkuit Tawang Mas, Semarang, Sabtu (20/9) malam. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Peslalom Ra­ditya PA mendominasi Ke­ju­araan Nasional Slalom In­donesia Night City Slalom (INSC) seri 3 di Sirkuit Tawang Mas, Semarang, Sabtu (20/9). Raditya yang tergabung dalam tim Jangkar Miring merajai di nomor FWD FFA dengan catatan waktu terbaik 00.31,710 detik.
Sedangkan runner-up di nomor ini ditempati James Sanger dengan waktu 00.32,130 detik. Dan posisi tiga ditempati Rizky TJ 00.32,368 detik. Selain itu Raditya PA menjuarai nomor FWD Standar dengan waktu terbaik 00.32,914 detik. Untuk nomor ini runner up ditempati Ilham Muslim dengan waktu 00.33,460 detik, dan posisi tiga Oldy dengan waktu 00.33,740 detik.
Untuk nomor nomor FWD 1, juara pertama ditempati oleh Adrianza Yunial dengan waktu 01.07,018 detik. Untuk runner up diraih Mico Mahaputra dengan waktu 01.07,438 detik. Posisi tiga ditempati Anjasara Wahyu 01.07,461 detik.
Promotor Genta Auto & Sport Tjahyadi Gunawan memberikan apresiasi positif peserta di seri ini. Total peserta di Semarang diikuti oleh sebanyak 129 starter dari berbagai pembalap slalom Indonesia. ’’Semarang sudah absen lama tidak mengadakan kejuaraan slalom hampir 2-3 tahun. Padahal Kota Semarang adalah gudang pembalap nasional setelah Yogyakarta,’’ kata Gunawan, ditemui di Sirkuit Tawang Mas Semarang.
Dirinya berharap peran pemerintah Kota Semarang untuk lebih memperhatikan sarana dan prasarana sirkuit Tawang Mas Semarang. Apalagi Sirkuti Tawang Mas sudah memiliki nama besar, namun saat ini sudah tidak terurus dan terbengkalai. ’’Sangat disayangkan sarana sirkuit ini tidak terurus. Terkesan ditelantarkan. Padahal sebenarnya pembalap nasional banyak terlahir di Kota Semarang,’’ ujarnya. (bas/smu)