Ribuan Mahasiswa Bersihkan Banjir Kanal

158
AKSI BERSIH-BERSIH: Sebanyak 3.500 Universitas PGRI Semarang tumplek-blek di Kali Banjir Kanal Timur, Senin (22/9). (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
AKSI BERSIH-BERSIH: Sebanyak 3.500 Universitas PGRI Semarang tumplek-blek di Kali Banjir Kanal Timur, Senin (22/9). (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
AKSI BERSIH-BERSIH: Sebanyak 3.500 Universitas PGRI Semarang tumplek-blek di Kali Banjir Kanal Timur, Senin (22/9). (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

KARANGTEMPEL–Sebanyak 3.500 mahasiswa yang terdiri atas mahasiswa baru, mahasiswa senior, dan kalangan badan eksekutif mahasiswa (BEM) ditambah dosen dan karyawan Universitas PGRI Semarang tumplek blek di Kali Banjir Kanal Timur, Senin (22/9). Aksi bersih-bersih sungai tersebut dilakukan dalam rangka bakti lingkungan yang merupakan rangkaian dari kegiatan pekan orientasi mahasiswa baru (POEMA) yang sedang berlangsung di kampus tersebut.
Rektor Universitas PGRI Se­marang, Muhdi mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai tersebut merupakan sebuah pembelajaran bagi mahasiswa agar selain fokus pada pendidikan di bangku kuliah juga peduli dengan lingkungan sekitar. Baik sosial masyarakatnya hingga pada kebersihan lingkungan yang harus mereka perhatikan.
”Dengan terjun langsung ke lapangan seperti ini, ada tiga masalah yang bisa ditemui. Ada banyak sampah, permasalahan bantaran sungai yang tidak sesuai peruntukannya, dan masalah sosial di kawasan itu seperti dibuat mangkal PSK, waria, dan lain-lain. Makanya kami ajak mahasiswa ikut turun dan ikut mencari solusi untuk masalah-masalah tersebut,” kata Muhdi yang juga ikut turun pada bakti lingkungan itu.
Dikatakan, dengan mengetahui kondisi permasalahan di lapangan secara langsung, selanjutnya mahasiswa diharapkan mampu membuat program yang lebih luas dan nantinya dapat diterapkan kepada masyarakat.
”Jika kawasan Banjir Kanal Timur ini dapat dikelola de­ngan baik, baik dari masalah kebersihan, penyakit sosialnya, bisa jadi tempat yang indah dan berkumpul masyarakat. Kami berharap, mereka akan segera melakukan penilitian ataupun kajian yang hasilnya bisa diterapkan di kawasan ini,” bebernya.
Camat Semarang Timur FX Bambang Suranggono yang juga hadir dalam aksi tersebut mengapresiasi dengan aksi peduli lingkungan yang dilakukan civitas kampus tersebut. ”Dengan adanya mahasiswa yang terjun langsung ke lapangan ini, diharapkan mampu menjadikan penguatan bersama-sama dengan masyarakat untuk menjaga kawasan Banjir Kanal Timur ini,” tukasnya.
Diakuinya, masalah yang ada di kawasan Banjir Kanal Timur sangat kompleks, selain masalah sampah, juga masalah bangunan liar. ”Rencana ke depan memang akan ada pengelolaan kawasan ini. Makanya kami juga terus sosialisasi kepada para penghuni bantaran, jika nanti ada normalisasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi, semuanya siap dan berjalan dengan baik,” ungkapnya. (ewb/ida)