SKILL TAK KALAH: DJ asal Kota Semarang memiliki kepiawaian yang tak kalah dengan DJ luar kota lainnya. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
SKILL TAK KALAH: DJ asal Kota Semarang memiliki kepiawaian yang tak kalah dengan DJ luar kota lainnya. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
SKILL TAK KALAH: DJ asal Kota Semarang memiliki kepiawaian yang tak kalah dengan DJ luar kota lainnya. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Minimnya event musik DJ yang ada di Kota Semarang, menyebabkan DJ senior khawatir. Kesannya tidak ada regenerasi DJ di Kota Lunpia ini. Padahal sebagai kota yang dirancang sebagai Kota Wisata, minimal Semarang bisa mencetak musisi lokal yang handal.
Salah satu DJ Senior sekaligus pemilik Maestro Management, Lukas Maestro mengatakan jika minimnya event membuat bakat-bakat potensial DJ di Kota Semarang tidak bisa berkembang. Ironisnya, banyak generasi muda ataupun sekolah DJ yang mulai menjamur di Kota Semarang.
”Lahan pekerjaan menjadi DJ sangat besar dan terbuka lebar. Namun club atau lounges lebih memilih memakai jasa DJ kota lain bahkan dari luar negeri,” katanya Siang (22/9) siang kemarin.
Menurut Lukas, kepedulian pemerintah terhadap musisi masih sangat kurang. Hal ini dibuktikan lantaran tidak ada event yang diselenggarakan oleh pemerintah. ”Kalaupun ada event pasti dari pihak swasta, habis itu ya sudah berlalu begitu saja. Skill yang mumpuni pun hilang sia-sia karena tidak ada kelanjutannya,” keluhnya.
Sebagai DJ yang sudah malang melintang di kota-kota besar, Lukas pun harus berputar otak agar DJ lokal bisa dipandang. Ia dengan rekannya yakni DJ Rei membantu musisi lokal untuk mendapatkan job dan mengembangkan bakat. ”Siswa dari Red DJ ataupun DJ yang punya skills bagus kami fasilitasi untuk bisa main di club malam yang ada di Semarang. Ini sebagai langkah awal untuk memajukan dunia DJ yang ada di kota ini,” pungkasnya.
Sementara itu pemilik Red DJ, Female DJ Rei menambahkan, jika selama ini pihaknya berusaha sendiri untuk melobi club malam agar mau memakai produk lokal atau DJ asal Semarang.
”Banyak yang menanggap bahwa DJ Semarang tidak bisa berkembang, memang kita harus berusaha sendiri. Saya berharap pemerintah bisa mengadakan event lomba DJ, tujuannya agar Semarang punya ikon DJ dan tidak dipandang sebelah mata lagi,” timpalnya. (den/ida/ce1)